“Tidak Ada Tempat yang Aman”: Rangkain Gempa Berkekuatan Tinggi Ancam Umat Manusia

Reporter : | 26 Agu, 2016 - 2:57 pm WITA

Gempa bumi, gempa global, ancaman gempa bumi

(foto: Geoscience Australia)

MANADOTODAY.CO.ID – Sebuah rangkain gempa bumi berkekuatan tinggi diprediksi akan muncul setiap saat disepanjang beberapa jalur patahan besar bumi, seorang ahli mengatakan.

UTS Geoteknik dan dosen teknik gempa, Dr Behzad Fatahi, mengatakan “tidak ada seorang pun di dunia ini yang aman” dari bencana alam yang berpotensi apokaliptik.

“Ada banyak gempa berkekuatan lebih dari 6 SR yang belum terjadi di Timur Tengah, India, China, Jepang dan Amerika Serikat,” kata Dr Fatahi kepada News.com.au.

“Ada beberapa garis patahan yang belum melepaskan energi untuk sementara waktu. Setidaknya ada 5-10 yang belum terjadi, tapi kita tidak tahu kapan mereka akan muncul.

“Pertanyaannya bukan apakah patahahan akan diaktifkan. Tapi, kapan.”

Dr Fatahi mengatakan ada “periode kembali” untuk gempa bumi, dan orang-orang yang belum diserang dalam jangka waktu yang diperkirakan akan mendapat serangan yang lebih kuat. Dia mencontohkan gempa 7,8 SR di Nepal yang menewaskan lebih dari 8000 orang pada bulan April tahun lalu.

“Diprediksi garis patahan tertentu akan aktif setiap 100 tahun atau 500 tahun,” katanya.

“Jika periode lebih lama dari yang diprediksi, gempa bumi akan berkekuatan lebih tinggi … melihat sejarah dari beberapa jalur patahan, beberapa sangat terlambat. Periode kembali telah lewat, namun gempa tidak terjadi. Jadi, kita hanya menunggu kapan akan terjadi.” tambahnya.

Bertabrakan

Gempa bumi merenggut puluhan ribu jiwa di seluruh dunia setiap tahun. Tapi tempat yang paling sering diguncang adalah orang-orang yang tinggal di garis patahan utama, di mana lempeng tektonik yang berbeda bertemu.

“Kerak memiliki beberapa bagian,” kata Dr Fatahi.

“Garis antara masing-masing potongan-potongan ini disebut ‘garis patahan’. Garis patahan paling berbahaya adalah yang berada didua lempeng tektonik yang bertabrakan.”

Itu terjadi di Italia Tengah, ketika sebuah gempa berkekuatan 6,2 SR melanda wilayah tersebut pada Rabu. Lebih dari 257 orang tewas dan banyak yang luka-luka.

“Lempeng Eurasia dan Lempeng Afrika, keduanya memiliki garis patahan yang sangat besar di mana mereka bertemu disuatu tempat di bawah Italia … ini yang menyebabkan gempa (Rabu),” kata Dr Fatahi.

“Di bawah lempeng terdapat magma … jika patahan terbuka ada kemungkinan magma akan keluar.”

Garis patahan San Andreas di California adalah yang terpanjang di dunia. Berada diantara lempeng Pasifik dan Amerika Utara berukuran 1300kms. Kedalaman zona tabrakan berkisar dari 0-700km.

Cincin Api

Beberapa negara, termasuk Jepang, Chili, Meksiko dan Selandia Baru, terletak pada ‘Cincin Api’ – garis patahan berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Basin Pasifik, dan rawan terjadi gempa bumi serta letusan gunung berapi.

“Gempa bumi di Jepang pada tahun 2011 yang berkekuatan diatas 8 SR dan menyebabkan tsunami serta hancurnya pembangkit listrik tenaga nuklir,” kata Dr Fatahi.

Terjadi gempa setiap menit, menurut Dr Fatahi. Tapi hanya gempa berkekuatan lebih dari 6 SR yang cenderung menyebabkan kerusakan yang signifikan dan hilangnya nyawa, katanya.

Peru, juga termasuk dalam ‘Cincin Api’, dilanda gempa berkekuatan 7,9 SR pada tanggal 15 Agustus 2007, merenggut 595 orang.

Baca Juga :

Leave a comment