Takut Dibunuh, Atlet Ethiopia yang Dapat Medali Perak Tidak Ingin Pulang

Reporter : | 22 Agu, 2016 - 9:33 pm WITA

Atlet Ethiopia , Feyisa Lilesa,Ethiopia

Lelisa menyilangkan tanganya saat berdiri di podium (foto: AP Photo/Luca Bruno)

MANADOTODAY.CO.ID – Jika ada medali Olimpiade untuk keberanian, Feyisa Lilesa akan mendapat tambahan emas setelah mendapat medali perak pada lomba maraton Olimpiade Rio 2016.

Pelari Ethiopia itu menyilangkan tangan di atas kepalanya saat final maraton pria di Rio sebagai cara untuk menunjukkan solidaritas pada para pengunjuk rasa di tanah airnya, dan ia mengatakan pemerintah mungkin akan membunuhnya jika ia pulang, Los Angeles Times melaporkan.

Lilesa mengatakan pasukan keamanan telah membantai ratusan anggota suku Oromo saat protes pro-demokrasi. Dia bercerita beberapa kerabatnya sudah di penjara dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada istri dan dua anaknya, yang masih tinggal di Ethiopia, New York Times melaporkan.

“Jika saya kembali ke Ethiopia, mungkin mereka akan membunuh saya. Jika saya tidak dibunuh, mungkin mereka akan menempatkan saya di penjara,” Lilesa berbicara kepada Sydney Morning Herald.

Dia tidak yakin di mana ia akan pergi sekarang, tapi ia mengatakan kemungkinan Amerika Serikat dan Kenya.

NBC New York melaporkan bahwa kelompok hak asasi mengatakan sejumlah pengunjuk rasa yang membuat gerakan sama seperti Lilesa telah ditembak mati saat protes yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

“Karir Lilesa dengan Federasi Atletik Ethiopia berakhir malam ini,” kicau editor OPride, Mohammed Ademo di akun Twitternya. “Tapi tindakan protes beraninya protes akan tercatat dalam buku sejarah.”

Baca Juga :

Leave a comment