“Bumi Itu Indah”: Temui Wanita yang Kunjungi 22 Negara Dengan Modal Rp 2,6 Juta

Reporter : | 12 Agu, 2016 - 3:24 pm WITA

Petrina Thong, traveling, malaysia,

Petrina Thong (foto: Petrina Thon)

MANADOTODAY.CO.ID – Wanita ini membuktikan bahwa untuk mengunjungi tempat-tempat mengagumkan di dunia, tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah banyak, yang perlu Anda miliki adalah dana secukupnya dan rasa berani. Bahkan, menurutnya Anda bisa melihat sisi lain dari Bumi, membuat cara pandang Anda tentang Bumi yang semakin kejam sedikit berubah.

“Saya membaca tentang orang-orang yang mengadopsi gaya hidup alternatif dan tidak memerlukan banyak uang dan bertahan hidup di daerah tertinggal, dan itu benar-benar membuat saya berpikir,” ungkap Petrina Thong,┬áseorang penulis asal Kuala Lumpur, Malaysia, kepad New York Post. “Saya benci kenyataan bahwa kita bergantung terlalu bergantung pada uang. Saya dibesarkan di kota, jadi saya ingin hidup dengan perspektif yang berbeda.” tambahnya

Jadi, pada bulan Juni 2015, Thong membeli tiket pesawat ke Stockholm, Swedia, seharga Rp 5,2 juta, dan menghabiskan 13 bulan ke depan berpetualang melalui Eropa, kemudian Timur Tengah dan Asia. Dia mengunjungi 22 negara sebelum kembali ke kampung halamannya pada bulan Juli.

“Ketika melakukan traveling, sebagian besar dari kita bermain aman dengan perencanaan yang matang dan tinggal di hotel,” katanya. “Ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Saya tidak memiliki banyak komitmen dan tidak memiliki hubungan juga tidak punya banyak tabungan. ”

Thong berhasil menyelesaikan perjalanannya membawa dana sebesar $ 200 atau sekira Rp 2,6 juta, tenda dan ransel penuh pakaian. Dia bepergian dengan menumpang, mencari makan di tempat sampah, dan menumpang tidur dengan orang asing.

Ketika dia pergi ke Italia dan Swedia, dia secara harus menunggu hingga dua jam untuk menemukan tumpangan. Tapi ketika ia berada di negara-negara Eropa Timur seperti Bosnia dan Kroasia, Thong mengatakan hanya butuh waktu kurang dari 15 menit.

“Menumpang kendaraan di Bosnia lebih cepat daripada menunggu bus,” katanya. “Yang saya perhatikan, di negara-negara yang kurang makmur, orang-orang jauh lebih terbuka untuk membantu orang asing.”

Namun, petualangannya tidak selamanya mulus. Ketika Thong menumpang di Eropa Timur dan Timur Tengah, setengah dari pengendara memaksanya untuk berhubungan badan.

“Saya terus mengatakan tidak, dan mereka tidak peduli meskipun saya membuat alasan seperti sudah punya pacar atau sudah menikah,” katanya. “Jika mereka terus bersikeras, saya akan mengancam untuk melompat dari mobil dan biasanya mereka akan berhenti. Mereka tidak ingin saya mati di tangan mereka. ”

Tapi, Thong mengungkapkan bahwa orang-orang paling ramah berada di Iran. Dia tinggal di Teheran, kemudian di Shahrood selama satu bulan pada bulan Januari, dan tidak punya masalah untuk menemukan tempat tinggal.

“Orang-orang Iran benar-benar peduli dengan wanita, dan mereka sangat menghormati wanita,” katanya. “Dimana pun saya pergi, orang-orang akan berhenti dan bertanya apakah saya membutuhkan tempat tinggal. Semua orang bepergian dengan keluarga mereka, jadi saya merasa aman. Dan mereka terus menawarkan saya makanan setiap jam.”

Thong mengakui perjalanan epik yang dia lakukan telah berubah cara pandangannya.

“Saya memiliki lebih percaya tentang kemanusiaan sekarang,” ungkap Thong. “Kita melihat di TV banyak pemerkosaan dan pembunuhan, dan itu membuat Anda takut melangkah keluar dari negara Anda. Tapi ketika Anda menempatkan diri di luar sana dalam situasi rentan, Anda melihat bahwa banyak orang yang sangat baik dan dunia ini tidak seburuk seperti yang terlihat. “

Baca Juga :

Leave a comment