Beli Senjata Replika, Pemuda 18 Tahun Terancam Penjara Seumur Hidup

Reporter : | 11 Agu, 2016 - 2:46 pm WITA

Liu Dawei,Senjata Replika, china

Senjata replika yang dibeli oleh Liu Dawei

MANADOTODAY.CO.ID-  Semua dimulai pada Juli 2014, ketika penggemar senjata, Liu Dawei, 18, memesan 24 replika senjata secara online dari website Taiwan dengan biaya 30.540 yuan atau sekira Rp 60 juta. Tapi kiriman tidak pernah tiba di rumahnya di Quanzhou, Provinsi Fujian, China. Malahan, dua bulan kemudian, pada 29 September 2014, Liu ditangkap atas tuduhan perdagangan senjata.

Polisi mengidentifikasi 20 dari 24 “senjata replika” merupakan senjata asli. Pada tanggal 30 April 2015, Liu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Di ruang sidang, Liu Dawei berteriak dengan lantang, “Silahkan tembak saya dengan senjata yang saya beli! Saya akan mengaku bersalah jika saya bisa terbunuh! ”

Menurut laporan, People’s Daily Online, hakim menuntut Dawei dengan Pasal 151 UU Pidana RRC: “Penyelundupan senjata, amunisi, bahan nuklir, atau catatan uang palsu akan dipidana dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dengan denda atau penyitaan properti. Pelanggaran yang bersifat sangat serius, harus dihukum dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati, dengan penyitaan properti.”

Hakim mengatakan, berdasarkan hukum, penyelundupan lebih dari 20 senjata api harus diberikan hukuman mati. Namun, hakim menambahkan karena Liu masih berusia muda, pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup sebagai gantinya.

Dalam pembelaan, Dawei mengatakan alasan mengapa ia membeli “senjata replika” dalam jumlah banyak karena toko online Taiwan tidak akan menerima pembelian di bawah 20 unit.

Inti dari kontroversi ini terletak pada pertanyaan bagaiman senjata replika dianggap sebagai senjata asli. Menurut peraturan tentang evaluasi senjata api yang ditetapkan pada tahun 2010 di China, ” (objek) diidentifikasi sebagai senjata api ketika energi kinetik laras senjata api lebih dari 1,8 j / cm2.”┬áTentu, sebagian besar orang pasti tidak mengetahui hal tersebut atau bahkan kesulitan memahaminya.

Pengacara Dawei mengatakan “Standar di Hong Kong 7,077 j / cm2, dan 20 k / cm2 di Taiwan. Bahkan di China daratan, standar ditetapkan pada 16j / cm2 sebelum tahun 2008.”

Ibu Liu, yang tidak pernah berpikir akan ‘kehilangan anak karena ‘mainan anak-anak’, mengatakan Dawei tidak tau dengan peraturan tersebut. “Dawei tidak pernah tahu peraturan tersebut sebelum dia ditangkap,” kata ibu Liu.

Liu Dawei tidak sendirian. Ada semakin banyak kasus serupa dalam beberapa tahun terakhir. Cai Xue’en, wakil Kongres Rakyat Nasional, mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan 30 persen dari kasus serupa di provinsi Hubei setelah peraturan baru ditetapkan pada tahun 2010.

Meskipun begitu, masih ada secercah harapan bagi Liu Dawei. Pada 11 April, 2016, Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Fujian telah menerima banding Liu Dawei dan keluarganya kini sedang menantikan hasil akhir.

Baca Juga :

Leave a comment