Epe: Setiap Pemimpin Beda Kemasan, Hargai yang Melaksanakan TIFF

Reporter : | 11 Agu, 2016 - 12:24 pm WITA

Float Vietnam, di ToF 2010

Float Vietnam, di ToF 2010

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Setelah ramai dibahas di media sosial antara pro dan kontra soal pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) dengan agenda utama Tournament of Flower (ToF), akhirnya Jefferson SM Rumajar SE alias Epe, mantan Wali Kota angkat bicara.

Epe meminta kepada masyarakat Kota Tomohon untuk menghargai selera setiap pemimpin yang melaksanakan even international tersebut.

Flot Korea Utara di ToF 2010

Flot Korea Utara di ToF 2010

 

‘’Yang penting filosofinya. Kegiatan ini mempunyai sasaran jangka panjang untuk kemajuan Kota Tomohon di bidang pariwisata dan pertanian,’’ ungkap Epe kepada manadotoday.co.id Kamis (11/8/2016).

Float Jepang di ToF 2016

Float Jepang di ToF 2016

Menurutnya, setiap usai pelaksanaan harus ada evaluasi dengan mendengar pendapat masyarakat agar pelaksanaan berikut akan lebih baik dan bermartabat.

Float Kabupaten Karo di ToF 2016

Float Kabupaten Karo di ToF 2016

Kegiatan ini lanjutnya, sejak tahun 2010 sebenarnya sudah bertaraf international walaupun namanya saat itu masih Tomohon Flower Festival (TFF) karena telah diikuti negara luar seperti Rusia, India, Korea Utara, Vietnam dan negara lainnya.

‘’TIFF saat ini merupakan bargain dari kelanjutan TFF waktu lalu. Yang membedakan saat ini tinggal soal kemasan. Yang penting tujuan utamanya tidak bergeser. Sajian serta penampilan yang dimunculkan kita hargai,’’ tukas Epe. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment