Takut Diburu, Puluhan Walikota dan Polisi Terkait Kasus Narkoba Menyerahkan Diri

Reporter : | 08 Agu, 2016 - 5:33 pm WITA

MANADOTODAY.CO.ID – Puluhan pejabat pemerintah dan polisi Filipina menyerahkan diri pada Senin, sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte mengaitkan mereka dengan perdagangan narkoba, dalam usaha memerangi narkotika yang telah membunuh ratusan orang sejak ia menjabat pada bulan Juni.

Lebih dari 400 terduga pengedar narkoba telah tewas oleh polisi di Filipina sejak Duterte mengambil alih pemerintahan, kata para pejabat dikutip dari Reuters. Penyiar ABS-CNN menempatkan angka pada lebih dari 800, termasuk eksekusi yang dilakukan oleh warga sipil.

Pada hari Senin (08/08), 27 walikota dan 31 petugas polisi, termasuk seorang kolonel, menyerahkan diri ke kantor polisi nasional di ibukota Manila, takut akan diburu jika tidak menyerah dalam waktu 24 jam.

Pada hari Minggu, Presiden mengaku telah mengidentifikasi sekira 160 pejabat yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

Kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, telah menegur polisi yang ada dalam daftar Duterte, mengancam akan membunuh mereka jika terus melindungi pedagang narkoba dan menjual obat yang disita.

“Saya marah dengan apa yang terjadi,” kata Dela Rosa saat berpidato kepada para pejabat lokal dan polisi. “Saya malu. Kita harus menjadi orang-orang menangkap orang-orang ini, tapi kita melindungi mereka. Saya akan membunuh Anda jika Anda tidak akan berubah.”

Semua polisi yang terkait dengan perdagangan obat akan diselidiki dan bisa menghadapi kasus pidana dan administrasi jika ada bukti kuat, kata juru bicara polisi nasional Dionardo Carlos.

“Mereka akan diberikan proses hukum,” tambahnya.

Selain pejabat dan polisi setempat, daftar Duterte termasuk dua jenderal pensiunan polisi, tentara, anggota paramiliter, hakim dan mantan anggota parlemen.

Baca Juga :

Leave a comment