Wagub Luncurkan Pusat Informasi Virtual Panas Bumi Lahendong Sulut

Reporter : | 05 Agu, 2016 - 7:11 pm WITA

Pembukaan Vestifal Panas BUmi dan peluncuran Pusat Virtual Panas Bumi

Pembukaan Vestifal Panas BUmi dan peluncuran Pusat Virtual Panas Bumi

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw bersama Waki Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Suratman Jumat (5/8/2016) meluncurkan Pusat Virtual Panas BUmi Lahendong Sulawesi Utara.

Peluncuran dilaksanakan di Festival Panas Bumi Indonesia Kedua (The Second Indonesian Geothermal Festival) digelar 5-6 Agustus 2016 di lokasi
wisata Danau Linow.

Pusat Virtual Panas BUmi ini merupakan wahana berbasis teknologi informasi yang memuat pengetahuan tentang potensi dan pemanfaatan energi panas bumi saat ini dan inspirasi ragam pengembangan di masa depan.

Pusat Informasi virtual panas bumi Sulawesi Utara dikembangkan dan akan terus ditingkatkan oleh tim peneliti panas bumi UGM melalui program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat UGM-NZAID
untuk kawasan Timur Indonesia.

Wagub Suut Drs Steven Kandouw

Wagub Suut Drs Steven Kandouw

Untuk memperjelas pemahaman akan potensi panas bumi dan pengembanganberkelanjutan pada festival kali ini diadakan talk show panas bumi yang bertema “Geothermal Edu-Tourism” yang dipaparkan oleh para
narasumber yang berasal dari Pemerintah Daerah, PT PGE Lahendong, PT PLN (Persero), PT Chevron Geothermal Indonesia, Direktorat Panas Bumi
Kementerian ESDM, Chain Center UGM dan yayasan Pendidikan Lokon.

Selain itu juga dilaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk lebih mendekatkan panas bumi kepada generasi muda Sulawesi Utara dalam bentuk lomba mewarnai, lomba fotografi, lomba cerdas cermat
kepanasbumian, pagelaran budaya, educative fun trip dan pameran panas bumi yang diikuti oleh sepuluh peserta yakni Pusat Penelitian Panas
Bumi UGM,  Direktorat Panas Bumi Kementerian ESDM, PT PGE Lahendong, PT PLN, UNSRAT, Yayasan Pendidikan Lokon, PT Masarang, Resort Pinus
Lahendong, Café D Linow dan Industri Meibel Leilem.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw didampingi Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak, secara bersama-sama memukul tetengkoren yang menandai The Second Indonesia Geothermal Festival
(Festival Panas Bumi Indonesia Kedua ) secara resmi dibuka.

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2016.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur  mengatakan, Kota Tomohon memiliki kelebihan tersendiri dan hal ini merupakan anugerah dengan memiliki potensi-potensi sumber energi panas bumi.

‘’Ini suatu pekerjaan rumah bagi, kita di dalamnya pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon untuk mengolah potensi tersebut, karena hasil dari potensi ini tentunya akan sangat berguna bagi masyarakat Kota Tomohon dan pada umumnya masyarakat Sulawesi Utara. Dengan adanya Festival panas bumi tentunya akan memberi efek dalam bidang pariwisata karena kegiatan ini mengandung atraksi pariwisata panas bumi, dan hal ini juga merupakan nilai tambah buat masyarakat Tomohon dan Sulawesi Utara,’’ kata Kandouw.

Sementara Wali Kota Tomohon Jimm F Eman SE Ak selaku tuan rumah mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada 7 Agustus 2015 lalu.

‘’Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh karena Kota Tomohon merupakan kota dengan penghasil panas bumi dan sering disebut sebagai lumbung energi di Sulawesi Utara,’’ tukas Eman.

Hadir dalam pembukaan kegiatan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Ir Wenny Lumentut, General Manager PT Pertamina Geothermal Energi Lahendong S Patangke, Ir Pri Utami MSc Ph D, Ketua Yayasan Pendidikan Lokon Ronald Korompis, serta unsur jajaran Pemkot Tomohon. (ark)

 

Baca Juga :

Leave a comment