Desa Rapunzel: Semua Wanita di Desa Ini Hanya Potong Rambut Sekali Seumur Hidup

Reporter : | 04 Agu, 2016 - 10:32 pm WITA

Desa Rapunzel, desa Huangluo, China, suku Yao

(foto: Hou Yan/China Daily)

MANADOTODAY.CO.ID – Jika Anda pikir Rapunzel hanya ada dalam dongeng, maka Anda harus bertemu dengan perempuan-peremuan dari desa Huangluo, China.

Semua perempuan di kelompok etnis Yao di provinsi Guangxi, China, ini hanya diperbolehkan memotong rambut sekali seumur hidup, biasanya sebelum mereka menikah, People’s Daily Online melaporkan.

Ada sekira 60 perempuan di desa tersebut dengan panjang rambut tiga kaki dengan dengan yang paling panjang adalah tujuh kaki.

Menurut China.org.cn, suku Yao sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu. Ada 600 anggota suku yang terdiri dari 78 keluarga.

Pan Jifeng, 51, adalah salah satu anggota suku yang terus mempertahankan tradisi hanya memotong rambut sekali seumur hidup.

Menurut Pan, ada rahasia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi untuk membuat rambut panjang mereka tetap sehat dan berkilau. Mengatakan, warga desa menggunakan sisa air cucian beras ketan untuk mencuci rambut mereka.

Dia menceritakan pada wartawan¬†bahwa, “kami tidak pernah memotong rambut sejak lahir.’

Desa Rapunzel, desa Huangluo, China, suku Yao

(foto: Hou Yan/China Daily)

“Ketika mencapai usia 18 tahun, kami akan memotong rambut sebagai bagian dari upacara yang menandakan bahwa kami sudah dewasa dan siap untuk menikah.”

Rambut yang dipotong saat upacara tidak akan dibuang, tetapi diawetkan. Kemudian setelah menikah dan melahirkan, bagian rambut tersebut akan dibentuk sedemikian rupa menjadi ikat rambut, yang kemudian dipakai sebagai penanda wanita yang sudah menikah dan belum ”

Rambut terpanjang yang pernah didokumentasikan adalah milik Xie Qiuping, sepanjang 18 kaki, 5,54 inci pada Mei 2004.

Baca Juga :

Leave a comment