Kekurangan Penjahat, Negara Ini Kembali Harus Tutup Penjara

Reporter : | 02 Agu, 2016 - 10:56 pm WITA

Penjara, belanda, penjara belanda

Suasan penjara di Belanda (foto: Youtube/DJI)

MANADOTODAY.CO.ID – Setiap harinya diisi dengan kegiatan olahraga, membaca, pelatihan keterampilan baru, dan kursus. Ini mungkin terdengar seperti tempat yang bagus untuk belajar, tapi ini bukanlah sebuah universitas atau sekolah, melainkan penjara dan cara bagaimana Belanda mengurus para pembuat onar di negera tersebut.

Sementara beberapa negara kesulitan dengan kepadatan penjara dan kejahatan, Belanda malah berniat untuk menutup penjara.

Pada bulan Maret, pemerintah Belanda mengungkapkan bahwa terlalu banyak sel kosong dan mempertimbangkan untuk menutup lima penjara, dengan 19 lainnya sudah ditutup tahun lalu karena tingkat kejahatan nasional terus menurun, menurut laporan News.com.au.

Menteri Kehakiman, Ard van der Steur, mengatakan kepada parlemen bahwa sering hakim hanya memberikan hukuman singkat dengan kriminal hanya menghabiskan sedikit waktu di penjara.

Dia juga mengaku hanya sedikit kejahatan serius yang dilaporkan menurut The Telegraaf.

The Dienst Justitiële Inrichtingen (DJI), badan yang memberikan hukuman, mengungkapkan ada lebih dari 13.000 orang yang ditahan, ini membuat pemerintah harus menanggung biaya sekira € 2 miliar setiap tahun.

Dalam upaya untuk menekan biaya, DIJ memperlakukan mereka menjalani hukuman penjara sedikit berbeda dan fokus pada rehabilitasi dibandingkan hukuman, yang mencakup program pendidikan, keterampilan dan kursus usaha yang memberikan efek lebih pada tahanan setelah mereka dibebaskan.

Baca Juga :

Leave a comment