Terharu di Peringatan HAN Sulut, JWS Teteskan Air Mata

Reporter : | 02 Agu, 2016 - 10:12 pm WITA

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Sulut yang digelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur Jln 17 Agustus Manado, Selasa (2/8/2016), ditandai dengan atraksi hebat dari anak-anak penderita Autis di Sulut, yang membuat para pejabat yang terdiri dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wagub Drs Steven Kandouw, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Deputi Menteri P3A Lenny Rosalin SE MSc, jajaran Forkopimda, para Bupati dan Walikota, serta undangan yang hadir terharu menyaksikan atraksi itu.

Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow MSi yang turut hadir tampak turut menitikkan air matanya ketika pentas atraksi yang diaransemen oleh Yayasan Autis Sulut, Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM dan beberapa Panti Asuhan ini memperagakan kebolehan mereka.

Acara tersebut ditandai dengan Pengukuhan Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan sebagai Bunda Anak Berkebutuhan Khusus, Launching Provinsi Layak Anak, Launching Pergub Sulut No 28 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak yang Holistik dan Deklarasi Pembentukan Kabupaten/Kota Layak Anak serta Penandatanganan Deklarasi oleh Bupati Minahasa Drs Jantje W Sayow MSi dan Wakil Walikota Manado Mor Bastian SE yang hadir langsung di acara itu, diawali dengan Laporan Kaban BP3A Sulut Ir Erni Tumundo MSi.

Dalam sambutannya Gubernur Olly Dondokambey mengatakan bahwa anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan yang senantiasa harus di jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi.

“Dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara sendiri, anak adalah masa depan sekaligus generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisiasi serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta pemenuhan hak sipil dan kebebasan,” ungkap Dondokambey. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment