Seniman Gunakan Tinta yang Terbuat Dari Kabut Asap Untuk Melukis

Reporter : | 28 Jul, 2016 - 8:54 pm WITA

Tinta Kabut Asap ,  Anjirudh Sharma ,Graviky Labs ,Tiger BeerMANADOTODAY.CO.ID – Terinspirasi dari semua kabut asap, peneliti Anjirudh Sharma dari Graviky Labs berkeinginan untuk membuat polusi udara menjadi sesuatu yang bermanfaat – cat dan tinta.

Dalam upaya ini, Gravicky Labs yang berbasis di India, bermitra dengan Tiger Beer untuk membuat Air-Ink yang terdiri dari spidol, cat dan cat semprot. Pigmen hitam pada cat, diambil dari asap knalpot mobil, menggunakan perangkat yang menangkap partikel polutan. Alih-alih berakhir di paru-paru kita, partikel dimurnikan dan diolah menjadi tinta dan cat.

“Saya pikir, seniman menciptakan karya mereka melalui corengan, tanda, tinta dan cat. Bagaimana kita mengatasi masalah polusi udara dengan cara kreatif, seperti yang seniman lakukan? Bagaimana jika kita menggunakan seni sebagai cara untuk merubah fungsi asap karbon?” ungkap Sharma, yang memulai proyek di MIT Media Lab di Boston dikutip dari CNN.

Meskipun dampak Air-Ink pada kualitas udara sangat kecil, Graviky Labs sedang mencari cara untuk memperluas produksi mereka, berharap untuk merubah fungsi partikel yang lebih berbahaya.

Setelah diluncurkan, Tiger yang merupakan seniman asal Hong Kong mengirim sekelompok seniman Air-Ink ke jalan-jalan di kota tersebut. Pria itu menggambarkan proyek sebagai “pendekatan positif untuk menciptakan seni yang berkelanjutan.”

Baca Juga :

Leave a comment