Mengenal ‘Otak’ Dibalik Kesuksesan Pokemon Go

Reporter : | 27 Jul, 2016 - 9:45 pm WITA

John Hanke, Pokemon Go

John Hanke (foto: News.co.au)

MANADOTODAY.CO.ID – Silicon Valley merupakan surga para jenius dan orang-orang yang dikenal memiliki kreativitas tingkat tinggi dan, dalam beberapa kasus, kekayaan yang luar biasa banyak.

Jika Anda tau game mobile Pokemon Go atau bahkan sudah memainkannya, Anda perlu tau jika Pokemon Go lahir ditangan genius yang tinggal di Silicon Valley .

John Hanke adalah pendiri Niantic Labs, perusahaan yang memproduksi game smartphone berbasis augmented reality yang telah membuat orang-orang di dunia tumpah ruah di jalan untuk memburu monster fiktif Pokemon.

Pokemon Go adalah sebuah aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk mengunjungi lokasi-lokasi di dunia nyata untuk menangkap dan bertempur dengan monster menggunakan smartphone mereka.

Keberhasilan luar biasa game ini tidak akan terjadi tanpa otak dari Hanke.

Investor Inggris, David Jones, mengatakan kepada Telegraph bahwa alasan dia berivestasi untuk Niantic Labs hanya sederhana: “John Hanke adalah orang yang sangat jenius “.

Bahkan, Telegraph juga menulis bahwa Hanke bisa menjadi the next Steve Jobs.

Lulusan Berkeley berusia 49 tahun itu dikenal baik dalam industri teknologi, tetapi Hanke yang bersifat rendah diri, membuat dia, istri dan ketiga anaknya kurang mendapat sorotan publik.

Namun, dia tiba-tiba muncul di puncak setelah game Pokemon Go yang dibuatnya selama hampir 20 tahun dirilis.

Hanke yang resmi menjadi karyawan Google setelah perusahaannya, Keyhole, diakusisi oleh raksasa pencaharian pada tahun 2004 dengan uang sebesar $ US35 juta, merupakan otak dibalik Google Maps dan Google Street View, jadi masuk akal jika Pokemon Go bergantung pada peta dunia virtual.

Perusahaan yang dia dirikan pada tahun 2001, Keyhole, juga merupakan perusahaan perintis yang mengkhususkan diri dalam aplikasi visualisasi data geospasial. Perusahaan ini adalah yang pertama menciptakan peta udara online 3D yang berlabuh dengan GPS.

Hanke awalnya mendirikan Niantic saat bekerja di Google, namun, pada tahun 2015 ketika Google sedang berbenah diri mendirikan perusahaan induk baru, Alphabet, Niantic tampak seolah-olah akan terserap ke divisi Android atau akan dibubarkan.

Namun, Hanke meyakinkan perusahaan untuk memungkinkan dia membuat Niantic menjadi independen, dan akhirnya ia melakukannya setelah mendapat investasi dari Nintendo, Pokemon Co dan Google.

Google memiliki 30 persen dari Niantic Labs dan diprediksi akan mendapat pengembalian yang cukup besar mengingat fakta bahwa salah satu analis Macquarie Group mengklaim pendapatan tahunan Pokemon Go mungkin akan mencapai $ 6,6 miliar.

Seiring dengan Google, Pokemon Co yang memiliki hak lisensi untuk Pokemon siap mendapat dana segar, dan terakhir, Nintendo yang hanya memiliki sedikit saham pada Niantic.

“Saya selalu berpikir. Anda bisa membuat permainan mengagumkan menggunakan semua data geografis yang kita miliki,” Hanke mengatakan dikutip dari News.co.au.

“Saya melihat ponsel menjadi lebih dan lebih henat dan saya pikir waktunya akan tiba bahwa Anda bisa memainkan game petualangan berbasis dunia nyata yang sangat mengagumkan.”

Dengan segala kejeniusan dan pemikiran yang brilian, tidak heran jika David Jones juga mengatakan: John Hanke adalah “seorang visioner yang memahami tidak hanya di mana masa depan akan terjadi, tetapi menciptakan hal-hal yang akan mengubah masa depan itu.”

Baca Juga :

Leave a comment