Istri Lari Dari Rumah Setelah Pria Lebih Pilih Selamatkan Ibu Saat Banjir Ketimbang Dirinya

Reporter : | 25 Jul, 2016 - 9:54 pm WITA

Gao Fengtai , desa Daxian ,kota Xingtai, banjir CHina

Gao Fengtai (foto: Shanghaiist)

MANADOTODAY.CO.ID – Dengan deru banjir menerjang desanya, seorang pria bernama Gao Fengtai diperhadapkan dengan pilihan yang sulit, menyelamatkan istrinya atau ibunya. Namun tampaknya dia mungkin telah membuat keputusan yang salah.

Gao yang tinggal di desa Daxian luar kota Xingtai, setelah pulang kerja menerima pesan pada Selasa dari observatorium meteorologi setempat bahwa akan terjadi hujan lebat. Khawatir banjir akan menerjang, Gao bergegas kembali ke desanya untuk memeriksa ibunya, yang tinggal sendirian.

Dia memarkir truknya di luar rumah ibunya dan menunggu di sana selama tiga jam jika terjadi banjir, tapi tidak ada yang terjadi. Gao kemudian kembali ke rumahnya sendiri dan tidur karena kelelahan.

Saat tengah malam, istri Gao mendengar pengumuman menakutkan dari desa – “Banjir akan datang!!” Dia kemudian membangunkan suaminya, yang langsung lari ke rumah ibunya dengan jarak hanya dua menit.

Setelah ia memastikan ibunya aman, Gao bergegas kembali ke rumahnya, hanya untuk menemukan bahwa istrinya sedang menahan pintu rumah mereka untuk mencegah air banjir masuk. Dia berteriak pada Gao untuk memindahkan anak-anak mereka dan ayahnya ke atap, namun, bukannya membantu istrinya yang sedang kesusahan, dia malah kembali ke tempat ibunya.

Berbekal kekuatan yang terbatas, istri Gao menarik dua anak mereka dan ayahnya yang cacat ke atap rumah. Akhirnya, banjir sudah pergi, begitu juga istrinya. Dia meninggalkan Gao, membawa serta kedua anak mereka yang berusia dua dan empat tahun serta uang tunai 2.000 yuan.

“Dia istri yang baik dengan kepribadian yang kuat dan selalu merawat kedua orang tua saya dengan baik,” kata Gao dikutip dari Shanghaiist.

Seorang wartawan kemudian bertanya kepada Gao mengapa dia tidak menyelamatkan istri dan anak-anaknya lebih dulu, kemudian pergi ke tempat ibunya. “Itu tidak mungkin, saya tidak yakin siapa yang saya harus selamatkan lebih dulu,” jawabnya penuh penyesalan.

“Meninggalkan ibu, saya akan dianggap durhaka, tetapi meninggalkan istri saya, juga tidak bisa diterima. Saya tahu dia [istrinya] pasti sangat kecewa.”

Dia mengatakan bahwa dia akan memohon maaf dengan mengunjungi rumah orang tua istrinya, meskipun ia mengakui bahwa ia tidak yakin bisa membawa istrinya kembali.

Meskipun begitu, mereka setidaknya berhasil menghindari bahaya serius. Banyak orang lain tidak beruntung. Setidaknya 130 orang tewas dalam banjir parah yang terjadi minggu lalu. Setidaknya ada 17 tewas di desa tempat tinggal Gao.

Baca Juga :

Leave a comment