Memancing Dengan Api, Teknik Tradisonal Nelayan Taiwan Tangkap Ikan Sarden

Reporter : | 20 Jul, 2016 - 9:18 pm WITA

Ikan Sarden

(foto: Odditycentral)

MANADOTODAY.CO.ID – Selama ratusan tahun, nelayan-nelayan di Taiwan memiliki cara unik untuk menangkap ikan sarden – menggunakan api. Ikan sarden sangat tertarik dengan cahaya, dengan bantuan tongkat yang memancarkan api di ujungnya, nelayan dapat dengan mudah memancing ikan untuk melompat keluar dari air dan masuk ke jaring.

Teknik tradisional ini mungkin sederhana, namun sangat mempesona sehingga menjadi daya tarik wisatawan.

Perahu nelayan menuju ke laut pada malam hari, dan para nelayan mulai membakar tongkat bambu yang ujungnya dibungkus dengan tanah sulfat untuk membuat percikan api. Parade api ditambah dengan ratusan sarden yang melompat keluar dari air menjadi daya tarik tersendiri.

Pernah sekali ada lebih dari 300 kapal yang memancing dengan api di Taiwan, tetapi menurut asosiasi nelayan lokal di Jinshan, Taipei Utara, jumlah itu sekarang telah menyusut menjadi hanya tiga kapal. Satu sesi memancing selama enam jam bisa menghasilkan antara tiga sampai empat ton sarden per perahu, dan pemerintah Taiwan bahkan mensubsidi praktek tradisional ini. Jika cuaca mendukung, nelayan bisa mendapatkan hingga Rp 59 juta per malam, jadi mengapa tradisi menarik ini sekarat?

Meskipun upaya pemerintah untuk mempertahankan tradisi agar tetap hidup dan mempromosikannya sebagai objek wisata, orang-orang muda tampaknya tidak tertarik. Usia nelayan api yang ada saat ini rata-rata 60 tahun, dan tidak ada darah baru yang terlihat.

Zheng Zhi-ming, seorang profesor agama di Universitas Katolik Fu Jen, mengatakan dikutip dari Reuters bahwa menggunakan api sulfat untuk menangkap ikan di wilayah timur laut Taiwan sangat populer dua atau tiga dekade lalu, namun semakin berkembangnya teknologi memaksa orang-orang untuk meninggalkan tradisi ini.

Baca Juga :

Leave a comment