Peneliti Gambar Mata Palsu di Pantat Sapi Agar Mereka Tidak Diserang Singa

Reporter : | 18 Jul, 2016 - 3:41 pm WITA

iCow, sapi, singa,Botswana

(foto: Ben Yexly/UNSW)

MANADOTODAY.CO.ID – Mungkin terdengar seperti ide yang konyol, tapi ternyata menggambar mata palsu di pantat sapi, mungkin dapat melindungi mereka dari serangan singa.

Kedengarannya seperti strategi untuk melindungi sapi, tetapi gagasan ini juga ternyata bertujuan untuk melindungi singa Afrika dari kepunahan dengan membuat manusia tidak menuntut balas dendam karena singa telah membunuh ternak mereka.

Jumlah raja hutan menurut IUCN Red List of Threatened Species, berada pada kisaran 23.000 sampai 39.000 dan terus berkurang. “Karena kawasan konservasi yang dilindungi semakin menyusut, singa semakin mungkin untuk melakukan kontak dengan manusia,” kata Dr Neil Jordan, seorang ahli biologi konservasi dari UNSW Pusat Ilmu Pengetahuan Ekosistem. dikutip dari Neotorama.com.

Singa sering menyerang ternak, dan peternak melindungi mata pencaharian mereka dengan menembak atau meracuni predator sebagai balas dendam.

Untuk membantu manusia dan ternak hidup berdampingan dengan singa, Jordan telah datang dengan strategi simpel dan berharap akan mencegah serangan dan balas dendam. Ide di balik lukisan mata pada pantat sapi adalah untuk membuat singa sadar bahwa keberadaan mereka sudah diketahi, menyebabkan singa mengurungkan niat untuk menyerang.

Para ilmuwan tahu bahwa menjadi terdeteksi dapat mencegah beberapa spesies untuk menyerang mangsanya. Misalnya, penebang kayu di India telah lama memakai topeng yang dikenakan di bagian belakang kepala untuk mengelabui harimau, dan kupu-kupu dengan pola mata pada sayap juga berfungsi untuk menangkal burung pemangsa.

Dr. Jordan mendapatkan ide setelah melihat singa yang sedang berburu impala, “singa sering berburu dengan cara menyergap, diam-diam merayap mendekati dan melompat menyergap mangsa merea. Tapi dalam kasus ini, impala melihat singa. Dan ketika singa menyadari mereka telah terlihat, singa mengurungkan niat untuk menyerang, “katanya.

Tahun lalu, Jordan berkolaborasi dengan Botswana Predator Conservation Trust (BPCT) untuk menerapkan strategi yang telah dijuluki “iCow”. Para peneliti menggambar mata di pantat sepertiga dari 62 sapi, dan menghitung ternak setiap malam setelah kembali dari merumput. Setelah periode 10 minggu, hasilnya menggembirakan: tiga ekor sapi yang tidak memiliki mata palsu  dibunuh oleh singa, dan sapi yang memiliki mata palsu tidak terbunuh. Namun, sampel terlalu kecil untuk menentukan apakah iCow benar-benar efektif.

Bulan ini, konservasionis Australia tersebut kembali ke Botswana setelah mendapatkan pendanaan, dan akan melukis mata palsu pada 60 sapi serta  memakaikan mereka GPS untuk memonitor pergerakan sapi dan singa untuk melihat apakah strategi bekerja.

Jika mata palsu terbukti menjadi cara yang efektif untuk menghalangi singa menyerang ternak, ini bisa memberikan cara bagi petani di Botswana dan tempat-tempat lain untuk melindungi hewan ternak mereka, serta membantu upaya konservasi singa.

Baca Juga :

Leave a comment