Anak Muda Manado di Bali Bentuk Komunitas Kumabal

Reporter : | 16 Jul, 2016 - 6:51 pm WITA

BALI,  (manadotoday.co.id) – Anak-anak muda asal Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya yang kini merantau di Pulau Dewata, Bali, membentuk komunitas yang diberi nama “Kumabal” (Komuntas Manado – Bali).

Chandra S Sompotan, salah satu pendiri komunitas yang resmi terbentuk tanggal 1 Juli 2016, ketika berbincang dengan manadotoday.co.id, mengatakan, awal terbentuknya komuntas ini, setelah anak-anak muda asal Manado di Bali kerap berkumpul bersama ataupun melakukan pertemuan.

“Dari pertemuan-pertemuan ini, kemudian muncul ide untuk membentuk komunitas,” ujar Photan sapaan akrabnya.

Manado, Bali, Komunitas Kumabal

Kegiatan komunitas Kumabal, memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak jalanan di Bali.

Diterangkan dia, tujuan dibentuknya komunitas ini sebagai wadah untuk menjalin hubungan sesama anak rantau Manado yang kini berada di Bali, termasuk juga dengan anak-anak muda dan masyarakat Bali. Sebab, di komunitas ini, tak ada perbedaan ataupun mengedepankan suku, agama, dan ras. “Jadi kami semua satu. Tak ada perbedaan. Yang kami junjung tinggi adalah torang samua basudara,” ungkap Photan.

Menurutnya lagi, komunitas ini dibentuk untuk bergerak di bidang sosial. Contohnya, memberikan pelatihan bagi anak-anak gelandangan di Bali agar mereka memiliki keahlian yang bisa menjadi modal mereka untuk bekerja.

Selain itu, memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, serta mbil bagian di setiap kegiatan sosial dari masyarakat ataupun komunitas lainnya di Bali, seperti bersih pantai ataupun kegiatan lainnya.

“Ini sejalan dengan visi dan misi komunitas kumabal yakni untuk menjadikan generasi muda Indonesia yang peduli kepada sesama dengan berazazkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta visi menjunjung tinggi semboyan Sitou Timou Tumou Tou yakni hidup untuk menghidupkan orang lain,” tandas Photan.

kumabal

Komunitas Kumabal mengajarkan tarian tradisional kepada wisatawan mancanegara.

Lanjut Photan, untuk dana sosial yang digunakan dan akan digunakan komunitas ini, diambil dari penggalagan dana yang dilakukan anggota komunitas, sanggar, dan lainnya. “Contohnya, ada anak komunitas Kumabal yang bisa bermain band, menyanyi, tari-tarian, ataupun DJ. Nah, hasil saat mereka manggung, mereka menyisihkan sebagian untuk kas komunitas,” terang Photan.

Kata dia, komunitas ini pula akan menjadi tempat mendapatkan informasi dari orang Sulut yang akan ke Bali baik untuk liburan ataupun mencari kerja. “Apapun informasi yang ingin didapat orang Sulut yang akan ke Bali, kami siap untuk membantunya,” tandas Photan.

Dia menambahkan, komunitas yang kini memiliki hampir 100 anggota ini, telah membentuk pengurus. Dimana Ketuanya dijuluki Kuntua, sedangkan Biro-bironya dijuluki Pala.

Berikut susunan pengurus Kumabal: – Kuntua : Refki Mongkau. – Sekretaris : Magit pepah. – Bendahara : Asterlia Lusiana. – Pala infokom : Diego Rumagit. – Pala Menspirit : Alter Runtuwene. – Pala Keamanan : Rafel Sanger. – Pala Kewewenean : Desty Kondoy. – Pala Reinstra : Chandra Photan. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment