Fakta Tentang Parkinson, Penyakit yang Bunuh Legenda Tinju Muhammad Ali

Reporter : | 08 Jun, 2016 - 5:53 pm WITA

Muhammad Ali, Parkinson, fakta penyakit Parkinson,

Muhammad Ali (foto: Wikipedia)

MANADOTODAY.CO.ID – Secara biologis, Parkinson merupalan yang terjadi ketika neuron yang memproduksi dopamine mulai mati. “Dopamin adalah zat kimia yang sangat penting untuk banyak hal, seperti mood dan kemampuan untuk bergerak dalam cara yang terorganisir dan dapat diprediksi,” ungkap Dr Stone dikutip dari Health.com.

Kurangnya dopamin menyumbang empat gejala utama Parkinson: tremor, kekakuan pada anggota badan, lambatnya gerakan, dan masalah dengan keseimbangan.

“Ada kelambatan dalam bergerak, seperti berjalan lambat, tidak mengayunkan lengan ketika berjalan dan kesulitan berbicara nyaring,” kata Dr Stone.

Pasien mungkin juga memiliki tingkat berkedip lambat, mengalami kesulitan berguling di tempat tidur, mengancingkan pakaian, dan wajah mereka mungkin tidak ekspresif seperti sebelumnya.

Sangat sedikit yang diketahui tentang apa yang menyebabkan neurotransmitter dopamin mati. “Dua puluh persen dari pasien dengan penyakit Parkinson memiliki kondisi genetik yang menjelaskan penyakit mereka,” kata Diego R. Torres-Russotto, MD, direktur Program Gangguan Gerakan di Universitas Nebraska Medical Center. “Yang lainnya, 80%, adalah pasien yang mendapatkan penyakit ini dan kami tidak yakin mengapa.”

BACA JUGA:

Warna Ini Resmi Jadi Warna Paling Jelek di Dunia

Parahnya Kacanduan Internet di Cina, Ada yang Gunakan Popok Agar Tidak Perlu ke Toilet

Lima Ide Besar yang Berhasil ‘Mengubah’ Dunia

Ini yang Akan Terjadi Jika Manusia Menghilang Dari Muka Bumi

Lakukan Lima Hal Ini Sebelum Jam 9 Pagi dan Anda Akan Lebih Sehat

Cegah Terorisme, Negara Ini Buka Klinik Khusus Untuk Pecandu Facebook

Kemungkinan bahwa paparan lingkungan dapat memicu Parkinson pada orang yang sudah rentan, katanya. Banyak yang percaya bahwa pestisida, seperti Agent Orange digunakan selama Perang Vietnam, menjadi salah satu penyebab.

Ada juga spekulasi cedera otak berulang seperti yang dialami oleh legenda tinju dunia, Muhammad Ali, akibat karir panjangnya sebagai petinju, menjadi faktor risiko untuk Parkinson, namun tidak ada bukti nyata yang mendukung hal ini.

Meskipun Parkinson biasanya tidak terdiagnosa sampai sebagian besar sel-sel yang memproduksi dopamine rusak, pengidap sering hidup produktif setelah itu. “Cara penyakit ini hadiri di setiap pasien berbeda,” kata Dr Torres-Russotto. “Tanda-tanda dan gejala bervariasi di antara individu yang berbeda dengan penyakit Parkinson.”

Parkinson belum ada obatnya, namun ada perawatan, termasuk obat-obatan untuk meningkatkan kadar dopamin di otak. Beberapa orang juga menggunakan metode stimulasi otak dalam, dengan menanam elektroda ke dalam otak.

Faktor gaya hidup, terutama aktivitas fisik, dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup pada orang-orang yang mengidap Parkinson, kata Dr Stone.

Baca Juga :

Leave a comment