Kebun Raya Megawati Soekarno Putri Mulai Dibangun Tahun 2017

Reporter : | 03 Jun, 2016 - 4:42 pm WITA

Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Minahasa Tenggara ,  PT Newmont Minahasa Raya,

Drs Sonny Wenas

RATAHAN, (manadotoday.co.id) – Mulai tahun 2017 mendatang, Kebun Raya Megawati Soekarno Putri di Minahasa Tenggara dibangun.

Kebun Raya yang akan dibangun di lokasi eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya (NMR) tersebut di tahun 2017 dianggarkan Rp49,5 miliar dari total dana pembangunan sebanyak Rp418 miliar.

”Pekerjaan fisik tahap pertama itu dialokasikan sebanyak Rp123 miliar dan dilanjutkan dengan tahap kedua, sebanyak Rp39,8 miliar serta pekerjaan pada tahap yang ketiga sebanyak Rp155,6 miliar di kawasan Bukit Mesel Ratatotok,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Mitra Drs Sonny Wenas.

Menurutnya, pembangunan kebun raya yang diangggarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan koordinasi lintas kementrian ini, diawali dengan persiapan yang dituangkan dalam Detailed Engineering Design (DED) oleh pihak ketiga melalui konsultan.

BACA JUGA:

Kota Bitung Miliki Wisata Kuliner di Girian

Tomohon Permudah Pelayanan Pengurusan IMB

Tomohon akan Pusatkan Pelayanan Publik di Satu Kantor

JWS: Minahasa Dua Kali WTP, ASN Jangan Berpuas Diri

Kapolres Minsel Ingatkan Masyarakat Pentingnya Sikap Gotong Royong dan Kebersamaan

Warga Minta Hasil Kunker dan Bimtek DPRD Minsel Dipertanggunjawabkan ke Publik

“Perencanaan pembangunan bertahap ditargetkan selesai 5 hingga 7 tahun berdasarkan kesepakatan dalam pelestarian berkelanjutan pada lahan eks tambang NMR, Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) dalam dukungannya terhadap program pemerintah dalam pembangunan kebun raya,” kata Wenas.

Rencana pembangunannya memuat sejumlah kawasan yang terbagi dalam beberapa zona yakni zona penerima di antaranya terdapat gedung serbaguna, restaurant dan garden shop serta weeding place.

Selanjutnya zona pengelola akan ditunjang fasilitas pengolahan kompos dan beberapa item lainnya, zona koleksi di dalamnya terdapat taman tematik dan koleksi tumbuhan serta hutan sekunder.(ten)

Baca Juga :

Leave a comment