Komunitas Ini Punya Tradisi Tahunan Unik Piknik Dengan ‘Orang Mati’

Reporter : | 26 Mei, 2016 - 11:24 pm WITA

Pontics , yunani, Piknik dengan yang telah Mati, Tradisi  unik,

(foto: VICE Greece)

MANADOTODAY.CO.ID – Pontics adalah kelompok etnis Yunani yang makmur di pesisir Laut Hitam antara tahun 1914 sampai 1923. Namun, lebih dari 350.000 penduduknya tewas di tangan Ottoman, Kemalis dan neo-Turki selama Genosida Yunani, dan mereka yang tersisa dipaksa untuk meninggalkan tanah air mereka untuk mencari perlindungan di Yunani. Tapi meskipun begitu, sampai sekaran, komunitas kecil ini berhasil menjaga tradisi lama mereka tetap hidup. Salah satu tradisi tahunan paling penting mereka adalah ‘Piknik dengan yang telah Mati’.

Setiap tahun pada hari Minggu setelah Paskah, juga dikenal sebagai Minggu St Thomas, beberapa keluarga Yunani Pontic di desa Rizana pergi pemakaman lokal untuk piknik di makam saudara mereka. Banyak dari mereka membawa meja lipat dan kursi, taplak meja, makanan tradisional, vodka, bunga, dan lilin yang kemudian diatur di tengah-tengah batu nisan.

Tidak ada yang diperbolehkan menangis karena hari itu tidak dipandang sebagai hari untuk berkabung, namun perayaan untuk menghormati yang telah ‘pergi’. Anggota keluarga terlihat tersenyum dan saling menyapa dengan kalimat, “Christos Anesti” (Kristus telah bangkit), sementara anak-anak tertawa dan bermain di tengah-tengah kuburan.

BACA JUGA:

Wow, Gedung Kantor Ini Dibuat Hanya Menggunakan ‘Printer’

Samsung Galaxy C5 Resmi Diluncurkan, Miliki RAM 4 GB dan Kamera 16 MP

Miris, Anak-anak Ini Harus Turuni Tebing Curam Agar Dapat Pergi ke Sekolah

Smartphone Fleksibel Pertama di Dunia, Bisa Dijadikan Gelang

Akibat Makan Tanaman Ganja Kawanan Domba Mengamuk di Desa

Tidak Hanya Smartphone, Xiaomi Sekarang Juga Produksi Drone

“Ribuan orang Yunani meninggalkan Pontos dan negara-negara bekas Soviet di awal 1900-an,” jelas Stefanos Oflidis, presiden Asosiasi Kepulangan Pontics kepada Vice.com. “Sebagian besar dari kami adalah orang-orang biasa, tapi menghormati nenek moyang adalah hal yang sangat penting bagi kami.

Oflidis, yang bekerja sebagai dokter gigi di kota Thessaloniki, menjelaskan bagaimana pemakaman itu digunakan orang Yunani Pontic sebagai tempat melakukan tradisi tersebut.

“Kami menetap di Thessaloniki Barat, dan di tahun-tahun berikutnya, mereka yang mati dikuburkan di Evosmo atau kuburan kota tetangga,” katanya. “Karena kurangnya ruang, tiga tahun kemudian tubuh mereka harus digali. Itu bukan cara kami menghormati orang mati, sehingga untuk menghindari itu, kami mulai mencari tempat di mana yang telah mati bisa dikubur secara permanen.”

Segera setelah itu, ayahnya Alexandros mulai mencari tempat pemakaman baru, dan ini menjadi prioritas nomor satu untuk Asosiasi Kepulangan Pontics yang baru dibentuk saat itu. Seorang penduduk desa di Rizana, Lefteris Tepetidis, akhirnya setuju untuk menyumbangkan tanahnya seluas 15 acre, untuk mengenang anaknya yang mati muda.

Baca Juga :

Leave a comment