Ini Lima Penyebab Utama Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Reporter : | 24 Mei, 2016 - 4:26 pm WITA

Kecelakaan Pesawat, Penyebab Kecelakaan Pesawat, EgyptAir ,

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa kecelakaan pesawat sepertinya sering terjadi, dan baru-baru ini adalah pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 yang jatuh di laut Mediterania dan menewaskan 66 penumpangnya.

Seiring meningkatnya serangan teroris, setiap terjadi kecelakaan pesawat, banyak yang langsung berspekulasi bahwa itu disebabkan oleh kelompok radikal, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.

Berikut adalah lima hal utama yang sering menyebabkan kecelakaan pesawat dikutip dari news.com.au:

1. Kesalahan pilot

Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pilot telah meningkat sebanyak sekira 50 persen.
Pesawat adalah mesin kompleks yang membutuhkan banyak pengaturan. Karena pilot secara aktif terlibat dengan pesawat disetiap penerbangan, ada banyak kesempatan dimana pilot melakukan kesalahan, mulai dari salah memprogram flight-management computer (FMC) dengan benar sampai kesalahan menghitung bahan bakar yang dibutuhkan.

Sementara kesalahan seperti itu patut disesali, penting untuk diingat bahwa pilot adalah garis pertahanan terakhir ketika hal-hal yang tidak dinginkan terjadi.

2. Kegagalan Teknis

Kegagalan peralatan menyumbang sekira 20 persen dari kecelakaan pesawat, meskipun perbaikan dalam hal desain dan manufaktur pesawat terus dilakukan.

Meskipun mesin secara signifikan sudah jauh lebih baik jika dibandingkan setengah abad yang lalu, mesin masi saja sesekali mengalami kerusakan.

Pada tahun 1989, kipas dari mesin sebelah kiri pesawat British Midland Boeing 737-400 rusak, dan kehilangan tenaga.

Pilot saat itu kesulitan membaca pesan yang dikirimkan oleh komputer yang menunjukan mesin mana yang kehilangan tenaga. Pilot yang bingung mematikan mesin nomor dua (kanan). Akibatnya pesawat kehilangan tenaga sama sekali, pesawat akhirnya jatuh di East Midlands Airport landasar 27, menewaskan 47 orang dan melukai banyak orang, termasuk kapten dan perwira pertama.

BACA JUGA:

Tinta Tato Khusus yang Buat Tato Permanen Jadi Temporer

Tak Terima Hadiah Dikembalikan, Fans Tikam Bintang Pop Asal Jepang Berkali-kali

Sibuk Dengan Smartphone Saat Malam Pertama, Suami Langsung Ceraikan Istri Barunya

Aquasonic, Grup Band Bawah Air Pertama di Dunia

Alasan Mengapa Rajin ke Gereja Dapat Membuat Anda Panjang Umur

Cara Mudah Matikan Fitur “On This Day” Facebook

3. Cuaca

Cuaca buruk menyumbang sekira 10 persen. Meskipun sudah banyak alat bantu elektronik seperti kompas giroskopik, navigasi satelit dan uplink data cuaca, pesawat masih saja terjebak di badai, salju dan kabut.

Pada bulan Desember 2005, Southwest Airlines Penerbangan 1248, yang terbang dari Baltimore-Washington International Airport ke Chicago Midway International Airport, mencoba mendarat di tengah badai salju. Pesawat kemudian tergelincir dari landasan pacu dan menabrak barisan mobil, membunuh seorang balita.

Salah satu insiden cuaca buruk paling terkenal terjadi pada Februari 1958 ketika British European Airways, pesawat penumpang bermesin ganda jatuh saat mencoba lepas landas dari Munich-Riem Airport.

Dari korban yang tewas kebanyakan merupakan pemain sepak bola dari klub Manchester United.

Peneliti menetapkan bahwa pesawat melambat dikarenakan lumpur, membuatnya gagal untuk mencapat kecepatan untuk lepas landas.

4. Sabotase

Sekitar 10 persen dari kecelakaan pesawat disebabkan oleh sabotase. Risiko yang ditimbulkan oleh sabotase jauh lebih sedikit dibandingkan apa yang dipikirkan banyak orang.

Pada September 1970, pembajak dari Front Pembebasan Palestina membajak tiga pesawat jet di lapangan Dawson di Yordania yang berakhir dengan peledakkan pesawat.

5. Jenis lain kesalahan manusia

Penyebab lainnya seperti disebakan oleh pengendali lalu lintas udara, operator, loader, fuellers dan insinyur pemeliharaan.

Pada tahun 1990, sebuah ledakan kaca depan pada pesawat British Airways hampir menewaskan kapten pesawat.
Menurut badan investigasi kecelakaan pesawat, hampir semua dari 90 baut yang mengamankan kaca tidak cocok dengan diameter lubang masuknya baut.

Bukannya mencari baut yang pas, insinyur pemeliharaan yang bertanggung jawab untuk pemasangan kaca depan malah menyalahkan lubang masuknya baut yang kebesaran.

Baca Juga :

Leave a comment