Hari Pertama UAS SD di Minsel, Tak Dilengkapi Berita Acara dan Daftar Hadir

Reporter : | 16 Mei, 2016 - 7:09 pm WITA

UAS SD ,Minsel,  SD GMIM Amurang, Annie Wewengkang, Olivia Lumi,

Pelaksanaan UAS di salah satu SD di Kabupaten Minsel

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Hari pertama, pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama, Senin (16/5) , ternyata tak dilengkapi dokumen lengkap berupa daftar hadir peserta dan berita acara. Akibatnya, sejumlah sekolah yang menyelenggarakan UAS ini pun kelabakan dan harus menyiapkan sendiri dokumen tersebut.

“Setelah dibuka yang didapati hanya naskah UN, sementara daftar hadir peserta dan berita acara tidak ada, ” ujar Kepsek SD GMIM Amurang Annie Wewengkang.

Tidak lengkapnya dokumen UAS tersebut, membuat dirinya kemudian menanyakan langsung ke pihak Dikpora Minsel dan rekan Kepala SD lainnya.

“Dan ternyata memang tidak ada berita acara dan daftar hadir peserta UAS. Hingga terpaksa kami harus menyiapkan sendiri berita acara dan daftar hadir,” katanya.

BACA JUGA:

Menteri Susi Tegaskan Larangan Beroperasi kapal Asing atau Eks Asing di Wilayah Perairan Indonesia

Empat Jabatan di Jajaran Polres Tomohon Diserahterimakan

Sulut Tuan Rumah ASEAN Community on Disaster Management

Gubernur Sulut Buka “Manado Internasional Open Parachuting Championship”

Hasil Lobi Gubernur Sulut, Lion Air Buka Penerbangan Langsung Manado ke 8 Kota Besar Tiongkok

Minim Pengawasan, Dinilai Pemicu Terjadinya Aksi Pembalakan Liar di Hutan Lolombulan dan Sinonsayang

Padahal menurutnya, berita acara dan daftar hadir perlu, sebagai laporan ke Diknas Provinsi dan Dikpora Minsel, perihal jumlah peserta UAS, serta kondisi naskah UN apakah dalam keadaan tersegel atau tidak.

“Jika UAS tahun-tahun sebelumnya, dokumen lengkap dengan berita acara dan daftar hadir,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minsel Olivia Lumi, ketika dikonfirmasi membenarkan, tak lengkapnya dokumen UAS di hari pertama.

“Untuk dua mata pelajaran hari pertama UAS, yakni Agama dan Bahasa Indonesia memang tidak disertai daftar hadir dan berita acara. Nanti akan dilihat besok, apakah memang seperti itu,” ujar Lumi sembari menambahkan akan menanyakan hal ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, sebagai penyelenggara UAS tingkat SD. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment