Pilhut 80 Desa di Minahasa Ajang “Pemanasan” Pilkada 2018

Reporter : | 12 Mei, 2016 - 9:26 pm WITA

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Tahapan pemilihan hukum tua (Pilhut) di 80 Desa di Kabupaten Minahasa tahun 2016, telah dimulai. Hal itu ditandai dengan gencarnya sosialisasi tahapan dari pihak panitia Pilhut tingkat kabupaten yang diketuai Asisten I Pemkab Minahasa Dr Denny Mangala M.Si.

Menurut Mangala, sosialisasi tahapan Pilhut merupakan tahapan awal sebagai upaya untuk menyampai-nyampaikan kepada masyarakat terkait ketentuan-ketentuan yang harus di perhatikan oleh panitia pemilihan maupun calon yang hendak bersaing dalam Pilhut nanti.

Hiruk pikuk Pilhut 80 Desa di Minahasa oleh sebagian orang, menganggap bahwa Pilhut 2016 merupakan pemanasan menuju Pilkada Minahasa 2018.

“Meski perlu kajian lebih dalam lagi, namun suka atau tidak Pilhut 2016 merupakan rangkaian awal menuju Pilkada Minahasa 2018,” ucap pemerhati pembangunan Minahasa Harly Umbas.

Dikatakan Umbas, Pilhut di 80 Desa di Minahasa akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang sudah pasti tidak bersentuhan langsung dengan partai politik, namun memiliki unsur kedekatan dengan partai politik terlebih penguasa yang berkuasa saat ini di singasana pemerintahan kabupaten Minahasa.

“Faktor kedekatan dengan penguasa merupakan upaya terselubung namun memiliki potensi untuk meraih kemenangan, selain itu faktor keterlibatan partai politik meski tak nampak akan juga sangat mempengaruhi tingkat raihan kemenangan calon. Artinya pengaruh/keterlibatan baik penguasa kini maupun partai politik memiliki pengaruh yang signifikan untuk meraih kemenangan calon,” tukas Umbas.

BACA JUGA:

Tujuh Siswa SMP di Tomohon Diberi Kesempatan Mengulang Pekan Depan

Kasus Perkosaan di Manado Dapat Perhatian Serius Presiden Jokowi

Kelolah Sampah Jadi Biogas Bupati Minsel Datangkan Investor Asing

Soal Batas dengan Tomohon, Minahasa Dinilai Ingin Monopoli

Bupati Minahasa: ASN Harus Jauhi Narkoba!!!

Dinkes Mitra Diutus ke Tingkat Nasional Inovasi Pelayanan Publik

Senada dengan Umbas disampaikan Baanteng Masengi. Pilhut 2016 merupakan ajang pembuktian awal bagi calon Bupati mupun Wakil Bupati Minahasa 2018 dalam mempengaruhi warga, sebab sejatinya para calon hukum tua memiliki hubungan/keterkaitan dengan penguasa bahkan para calon Bupati/Wakil Bupati yang sudah menyatakan kesiapannya bertarung dalam Pilkada Minahasa 2018.

“Ini ajang pembuktian awal siapa yang memiliki tingkat pengaruh yang kuat di mata masyarakat terutama para Bupati/Wakil Bupati,” ujar Masengi.

Perang warna partai politik dan para kandidat Bupati/Wakil Bupati dalam Pilhut Minahasa di 80 Desa tak bisa di elakkan lagi, dan hal itu di jadikan ukuran untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat baik terhadap partai politik maupun para kandidat.

Harus disadari juga bahwa saat ini kepercayaan masyarakat terhadap partai politik kian memudar, dibagian lain kepercayaan kepada penguasa/orang yang memiliki pengaruh apalagi berpihak pada salah satu calon hukum tua menjadi jaminan masyarakat menjatuhkan pilihannya pada calon tertentu.

Ketua Panitia Pilhut tingkat kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala M.Si menegaskan bahwa Pilhut 80 Desa di Minahasa harus berlangsung aman, lancar dan sukses dengan tidak adanya keterlibatan partai politik, termasuk pengaruh para kandidat Bupati/Wakil Bupati.

“Kita berharap Pilhut ini berjalan dengan sukses sehingga lahir hukum tua yang benar-benar di pilih oleh masyarakat dan bukan karena memiliki hubungan dan keterkaitan dengan partai politik atau pun dengan para kandidat yang bakal bertarung dalam Pilkada Minahasa 2018,” ujar Mangala. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment