Kecurangan Tingkat Tinggi: Siswa Gunakan Kacamata ‘Pengintai’ Agar Lulus Ujian

Reporter : | 12 Mei, 2016 - 1:58 pm WITA

Universitas Rangsit, Arthit Ourairat , Kacamata 'Pengintai' , thailand

(foto: Arthit Ourairat/Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Tiga siswa Thailand tertangkap curang saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi kedokteran dengan menggunakan peralatan berteknologi tinggi layaknya film Mission Imposible.

Pengawas menemukan kamera nirkabel yang tertanam dalam bingkai kacamata seorang siswa yang terhubung ke smartwatch. Mereka menggunakan kamera untuk mengirim gambar pertanyaan ke teman mereka yang lain dan kemudian temannya itu mencari jawaban yang kemudian dikirimkan ke smartwatch.

Cukup pintar memang, tapi sayangnya strategi yang sudah disusun cukup rapi mampu diendus oleh oleh pengawas yang mencurigai bingkai kacamata yang terlalu tebal dan memutuskan untuk memeriksanya dan menemukan kamera nirkabel. Cerita itu beredar di media sosial setelah direktur Universitas Rangsit Arthit Ourairat memposting alat-alat yang dipakai di akun Facebook-nya.

BACA JUGA:

Dijuluki ‘Anak Matahari’, Kedua Bocah Ini Hanya Bisa Beraktivitas Pada Siang Hari

Ini Cara yang Benar Buang Obat-obatan yang Sudah Tidak Terpakai

Dipercaya Sebagai Ibu Tertua di Dunia, Kaur Melahirkan Saat Usia 70 Tahun

Luar Biasa, Anaya yang Tidak Memiliki Tangan Berhasil Menangkan Lomba Menulis Indah

Waduh, Maniak Selfie Rusak Patung Berusia 126 Tahun

Samsung Luncurkan Galaxy Tab A 10.1 (2016)

“Mereka melakukannya secara real-time,” tulis Arthit, menambahkan bahwa siswa telah menghabiskan uang sebanyak 800.000 baht atau sekira Rp 301 juta untuk membuat alat tersebut. 

“Ini adalah kecurangan ujian paling canggih yang pernah saya lihat. Kami ingin ini diketahui oleh masyarakat untuk membuat orang-orang sadar bahwa kita harus berhati-hati, terutama untuk pemeriksaan medis di mana ada permintaan yang tinggi di kalangan mahasiswa tapi tidak banyak lowongan. ”

Universitas Rangsit, Arthit Ourairat , Kacamata 'Pengintai' , thailand

(foto: Arthit Ourairat/Facebook)

Sebagian besar pengguna media sosial menanggap tindakan siswa itu membuat nyawa masyarakat dalam bahaya. “Jika mereka lulus, kita mungkin memiliki dokter ilegal yang akan merawat kami,” tulis seorang pengguna Facebook. Tetapi beberapa memuji kecerdikan mereka, dengan mengatakan “Keren,” dan “Seperti Hollywood atau Mission Impossible.”

Ujian masuk yang digelar akhir pekan lalu, diikuti oleh lebih dari 3.000 siswa yang bersaing untuk hanya 130 tempat duduk. Namun tes itu sekarang telah dibatalkan, dan siswa akan aka melalakukan tes ulang pada 31 Mei sampai 1 Juni, di mana semua aksesori akan dilarang.

Baca Juga :

Leave a comment