‘Pay as You Trash’, Salah Satu Dari Tiga Cara Unik Korea Selatan Atasi Limbah Makanan

Reporter : | 28 Apr, 2016 - 7:23 pm WITA

Kim Jinha

(foto: Kim Jinha)

MANADOTODAY.CO.ID – Pemerintah Korea Selatan mempunyai cara unik untuk menyelesaikan masalah pemborosan makanan – ‘Pay as You Trash’. Warga diminta untuk memisahkan sampah makanan mereka dari sampah lain dan membuangnya ditempat khusus. Dan untuk mengakses tempat sampah khusus tersebut, mereka harus membayar berdasarkan berat makanan.

Sampai sekarang, pemerintah Korea Selatan mempunyai tiga cara untuk memunggut uang dari mereka yang sering membuang-buang makanan. Salah satunya melalui kartu RFID (Radio Frequency Identification) – dalam kartu ini terdapat akun pengguna, jadi saat pengguna membuang sampah, tempat sampah akan secara otomatis menimbang dan mengirimnya dalam akun. Mereka harus melunasi tagihan setiap bulan. Setiap tempat sampah dapat melayani hingga 60 rumah tangga.

BACA JUGA:

Tujuh Strategi Ampuh Hilangkan Kebiasaan Buruk

Kisah Wanita yang Sadar Sedang Hamil Saat Sudah Melahirkan

Awas!!, Memukul Anak Bisa Rusak Kesehatan Mental dan Buat Mereka Agresif

Lima Alasan Mengapa Menjadi Lajang Bukan Ide yang Buruk

Nenek 81 Tahun Dipenjara 15 Bulan Karena Kirim Amplop Berisi Gula

Belum Sampai Pertengahan, Tahun 2016 Sudah ‘Rampok’ Banyak Bintang Berbakat Dunia

Metode penagihan kedua adalah melalui kantong sampah pra-bayar. Harga kantong sampah ini bedasarkan daya tampung. Misalnya di Seoul, kantong sampah 10 liter dihargai sekira Rp 10,000. Ada juga sistem manajemen bar code, di mana warga membuang limbah langsung ke tempat sampah kompos dan membayar untuk mendapatkan bar code yang tertempel di tempat sampah.

Hampir setiap kompleks perumahan di Korsel telah dilengkapi salah satu dari tiga sistem pembayaran tersebut. Bahkan sebelum sistem ini diperkenalkan, Korea Selatan sudah mengenakan biaya untuk limbah makanan – biaya itu dibagi rata bagi penyewa di setiap blok apartemen. Sistem baru ini tidak hanya adil, tetapi juga dirancang untuk membuat konsumen menghargai makanan. Semakin banyak makanan dibuang, semakin banyak pula mereka harus membayar.

Baca Juga :

Leave a comment