“Pemberitaan Kepala Daerah Harus Realistis dan Proporsional”

Reporter : | 27 Apr, 2016 - 5:03 pm WITA

Workshop Kehumasan Biro Pem-Humas Sulut

Kehumasan sulut, Steven Kandouw, pers sulut,

Workshop kehumasan Biro Pem-Humas Sulut

SULUT, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw, membuka pelaksanaan workshop kehumasan yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut di ruang C.J. Rantung, kantor gubernur Sulut, Rabu (27/4/2016).

Pada kesempatan itu, Kandouw mengingatkan Humas pemerintah daerah menyampaikan pemberitaan khususnya untuk kepala daerah secara realistis dan proporsional.

“Ada dua landasan yang perlu diperhatikan aparat kehumasan. Pertama harus idealis dan kedua harus pragmatis,” ujar Kandouw.

“Idealis dimaksudkan agar humas dapat menjembatani informasi pemerintahan secara keseluruhan kepada publik melalui rekan kerja yakni jurnalis. Sementara pragmatis haruslah diikuti dengan realistis, penyampaian informasi haruslah sesuai realita,” terangnya.

BACA JUGA:

Bank Victoria Buka Cabang di Manado

Wapres JK: MEA Bukan Tantangan, Tapi Peluang Mencapai Keberhasilan

Jelang Pilkada 2018, Ivansa: Minahasa Harus Aman, Damai dan Nyaman

Bupati Minahasa: ASN Dilarang Berpolitik

TP PKK Bitung Borong Tiga Penghargaan di HKG PKK ke 44

Wagub Sulut kembali Warning SKPD soal Pengelolaan Keuangan

Kandouw pun mengingatkan, Humas jangan terlalu fokus pada penciteraan kepala daerah. Dalam ilmu komunikasi penciteraan berlebihan kepada kepala daerah adalah hal yang buruk.

“Berita dan informasi yang memuat terlalu banyak penciteraan kepala daerah pada suatu titik akan menimbulkan kemuakan publik terhadap informasi atau berita penciteraan tersebut,” ketus Kandouw.

Disisi lain, mantan Ketua DPRD Sulut ini menyentil pemberian advetorial kepada perusahaan pers. Dikatakan dia, kue APBD untuk iklan/advetorial sangatlah terbatas. Oleh karena itu, Humas haruslah bijaksana dalam membaginya. Harus proporsional, dilihat dari rating, oplah dan lain sebagainya.

“Dan pers juga harus tahu diri. Jangan oplah hanya 200 eksemplar tetapi minta harga yang sama dengan yang beroplah ribuan. Demikian halnya dengan media online dan radio,” pungkasnya.

Turut hadir pada workshop tersebut, Kepala Biro Pem-Humas Sulut, Jemmy Kumendong, pejabat dan pegawai di Biro Pem-Humas, dan pejabat Kehumasan di SKPD Pemprov Sulut, Humas Pemkab dan Pemkot se-Sulut, serta Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS). (ton)

Baca Juga :

Leave a comment