Seperti Bidadari, Simak Peserta Kontes Kecantikan Transgender Terbesar di Dunia

Reporter : | 22 Apr, 2016 - 2:06 pm WITA

Miss Tiffany's Universe

Miss Tiffany’s Universe (foto: Reuters)

MANADOTODAY.CO.ID – Mereka adalah kontestan yang bersaing untuk memenangkan kontes kecantikan transgender terbesar di dunia.

Miss Tiffany Universe telah digelar di Thailand sejak tahun 1998 dan setiap tahun sejak tahun 2004.

Kontes kecantikan itu sekarang menarik sekitar 100 kontestan berusia antara 18 dan 25 yang akan memenangkan sejumlah uang dan mobil.

Miss Tiffany's Universe

Miss Tiffany’s Universe (foto: Reuters)

Kompetisi ini disiarkan langsung di televisi Thailand, dengan putaran terakhir mengharuskan mereka berjalan di catwalk menggunakan pakaian renang minim di Bangkok.

Kompetisi tahun ini dimulai pada bulan Maret dan akan selesai pada tanggal 8 Mei di Pantai Pattaya, Bangkok.

Mereka yang ingin mengikuti kontes harus transgender Thailand dan berusia antara 18 dan 25 – meskipun mereka yang di bawah usia 20 harus menyertakan izin orang tua.

BACA JUGA:

Stop Mabuk-mabukan Jika Tidak Ingin 5 Hal ini Menimpa Anda

Kerja Anda Hanya Tidur dan Akan Dibayar Dengan Uang Sebesar Rp 266 Juta

Karena Manusia Sudah Mainstream, Pria Bawa Delapan Robot Saat Berbelanja di Mall

Seperti Film-film, Ini Kisah Nyata Tiga Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan

Kisah Inspiratif Pengusaha Buta yang Berhasil Bangun Perusahaan Bernilai Miliaran Rupiah

Kisah Seorang Wanita Transgender Diperkosa Lebih Dari 2,000 Kali Saat di Penjara

Di Dalam Kota Paling Mematikan di Dunia yang Warganya Terbunuh Setiap Satu Jam!!

Yang menang, akan menerima uang sebesar 120.000 baht atau sekira Rp 43,5 juta dan sebuah mobil.

Miss Tiffany's Universe

Miss Tiffany’s Universe (foto: Reuters)

Dengan kecantikan yang dimiliki dari kontestan yang dulunya laki-laki ini, penyelenggara kompetisi berharap ini akan membantu memecah stigma yang banyak dihadapi komunitas transgender Thailand setiap hari.

Pemenang tahun lalu, Sopida Siriwatananukul mengatakan dikutip dari The Sun: “Masyarakat menertawakan kami. Kami bukanlah bahan tertawaan atau badut. Kami adalah orang-orang yang ingin membuat orang lain bahagia. “

Baca Juga :

Leave a comment