Kisah Seorang Wanita Transgender Diperkosa Lebih Dari 2,000 Kali Saat di Penjara

Reporter : | 18 Apr, 2016 - 1:48 pm WITA

Wanita Transgender, mary, Penjara Boggo Road

Ilustrasi (foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang wanita transgender mengungkapkan bahwa dia telah ‘diperkosa lebih dari 2000 kali’ saat berada di balik jeruji besi penjara pria di Queensland.

Wanita, yang dikenal sebagai Mary, membagi kisah memilukannya saat berada di Penjara Boggo Road pada 1990-an, kepada news.com.au.

Mary menghabiskan sekitar empat tahun hukuman penjara karena mencuri mobil, tindakan yang dia katakan membawanya ke ‘neraka dunia’.

“Anda pada dasarnya berada pada percakapan akan dilindungi dengan imbalan hubungan badan, ‘Mary mengatakan kepada news.com.au.

“Itu pemerkosaan dan ya aku dicambuk dan dipukul ke titik di mana aku tahu, aku harus melakukannya untuk bertahan hidup, tetapi hidup pada dasarnya untuk tahanan lainnya adalah ‘kesenangan’.

BACA JUGA:

Temui Pepper, Robot Humanoid Pertama yang Masuk Sekolah

Pemuda Terima Email dari Ayahnya yang Sudah Meninggal Dua Tahun yang Lalu, Isinya….

Peneliti Temukan Sumber Energi Ramah Lingkungan Bertenaga Air Kencing

Waduh, Dikira Makanan Ringan Ribuan Pelari Maraton Makan Sabun Mandi

Rahasia Segitiga Bermuda Mulai Terkuak

Mary juga berbicara tentang bagaimana dia dipaksa ditelanjangi untuk melakukan pemeriksaan tubuh ketika ia pertama kali tiba di penjara, menyebabkan narapidana lain tau dia adalah seorang transgender.

Begitu mengerikan ‘siksaan’ yang dia dapat, Mary bahkan mencoba melarikan diri dari penjara sebanyak tiga kali.

Dia juga menceritakan kisah rekannya, seorang narapidana transgender yang bunuh diri setelah ia dipaksa harus kembali ke penjara karena melanggar bebas bersyarat.

Rasa sakit dari apa yang Mary derita di penjara tetap melekat pada dirinya, dan efeknya dia belum bisa membangun kehidupan yang normal.

“Kami adalah manusia dan sebagian besar dari kita dilahirkan dengan cara ini dan kami hanya ingin menjalani hidup kami tetapi diejek oleh masyarakat karena kami memiliki keberanian untuk menjadi diri kita,” kata Mary.

Baca Juga :

Leave a comment