Tolak Dikawinkan Dengan Sepupu, Wanita 21 Tahun Ditembak Saat Pesta Pernikahan

Reporter : | 17 Mar, 2016 - 5:02 pm WITA

Kurdi, Shilan, Jerman

Foto pembunuhan mayat Shila yang diposting di Facebook (foto: CEN)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang pria asal Kurdi, menuntut keadilan atas pembunuhan brutal putrinya yang bernama Shilan, 21, di sebuah pesta pernikahan di Jerman.

Sebuah foto [mayat] yang di upload di Facebook yang dia klaim sebagai putrinya diduga telah dibunuh oleh kerabat setelah menolak dijodohkan.

Ghazi mengatakan bahwa keluarganya melarikan diri dari Irak dan menuju ke Jerman ketika putrinya baru berusia tiga tahun.

Dia mengatakan, putrinya telah tumbuh sebagai wanita muda dengan kewarganegaraan Jerman, belajar manajemen properti di perguruan tinggi di Hanover.

“Ini adalah rasa kehilangan terdalam dan rasa sakit yang saya umumkan atas meninggalnya putri saya. Dia meninggal dalam genangan darahnya sendiri, sebagai korban dari tradisi yang mengerikan,” tulisnya di Facebook.

Ghazi mengklaim bahwa dua saudaranya sendiri, Numan dan Hassan, mencoba untuk mengatur perkawinan paksa Shilan dan sepupunya Sefin, 22, tapi dia menolak.

Menurut Ghazi, Shilan mengatakan kepada ayahnya bahwa dia tidak mencintai Sefin dan menolak untuk menikah.

“Dia memohon kepada saya untuk melakukan sesuatu dan jadi saya membatalkan pertunangan,” katanya.

“[Tapi] Numan dan putranya Sefin, si pembunuh, menolak untuk menerima keputusan. Mereka bertekad untuk membalas dendam dan memastikan kehormatan dipertahankan,” tambahnya.

Ghazi mengatakan Sefin kemudian menembak Shilan dengan tiga peluru di kepala. Polisi diduga masih memburu dia tapi pistol telah ditemukan.

“Apa yang mereka lakukan adalah kejahatan yang mengerikan, terhadap korban yang tidak bersalah. Mereka tampaknya lupa bahwa kita hidup di sini di Eropa,” kata Ghazi.

Baca Juga :

Leave a comment