Tinggal, Jaringan Budget Hotel Indonesia Terima Pendanaan $ 1 Juta dari Wudstay India

Reporter : | 01 Mar, 2016 - 4:41 pm WITA

Tinggal, Budget Hotel , Wudstay

(foto: Tinggal)

MANADOTODAY.CO.ID – Tahun ini jaringan budger hotel atau hotel murah telah menjadi tren utama untuk industri teknologi di Asia Tenggara. Sudah hampir setengah lusin startups yang menawarkan berbagai akomodasi standar telah berkembang, dan saat ini pendatang baru lain telah muncul di Indonesia – dengan sedikit ‘kehebohan’.

Berbasis Indonesia, Tinggal baru berusia kurang dari satu bulan, tapi hari ini telah mengumumkan bahwa mereka mendapatkan dana dengan jumlah fantastik $ 1 juta atau sekira Rp 13.3 miliar. Tidak berhenti disitu, dana ini ternyata digelontorkan oleh jaringan budget hotel yang diluncurkan bulan Juli 2015, Wudstay yang berbasis di India.

Latar belakang pembentukan Tinggal sederhana, pasar wisata di Indonesia dan luar negeri sedang booming dengan permintaan tertentu budget hotel, tapi ada jarak di mana pemesanan kamar hannya terlihat bagus di foto dan saat tiba di tempat berbeda. Tinggal mengambil model hotel budget yang dipelopori oleh SoftBank yang didukung oleh OYO Rooms – untuk menambah jaminan disetiap hotel yang dituju. Misalnya, semua kamar yang dipesan via Tinggal mencakup berbagai fitur, baik dari segi tempat tidur dan kualitas ruangan dan item tambahan seperti sarapan gratis dan WiFi.

Selain kamar dengan harga sekira Rp 250 ribu di luar makan, perusahaan juga memberi pilihan ‘elit’ dengan harga kamar sekira Rp 800 ribu per malam.

Dana untuk Tinggal berasal dari perusahaan VC Mangrove Capital dan Simile Venture Partners dan CEO Nimbuzz / angel investor Vikas Saxena — ketiganya mendukung Wudstay saat musim panas lalu — dan CEO Wudstay Prafulla Mathur.

Tinggal berencana untuk mencover kota-kota besar di Indonesia selama 12 bulan ke depan, dan sekarang sudah memiliki 35 properti di empat kota.

“Tinggal adalah perusahaan independen,” kata Saxena kepada TechCrunch dalam sebuah wawancara. “Tapi yang jelas kita telah mengambil keuntungan dari teknologi yang kuat [via Wudstay] di India. Banyak upaya awal [dari perusahaan saingan di Indonesia] yang ingin membangunan teknologi dan pemahaman pasar, kami datang dengan tingkat yang sudah hampir matang. ”

Chopra yang berkebangsaan India tetapi telah lama berdomisili di Indonesia mengatakan rencana untuk meningkatkan jumlah pegawai Tinggal dari sembilan sekarang sudah 35 selama enam bulan mendatang.

“Sampai sekarang kami hanya fokus untuk menang di Indonesia,” kata Chopra. “Selama tahun ini, kami berharap untuk membuat Tinggal sebagai pemenang di Indonesia – Ketika itu itu tercapai, kami akan melihat pasar lain”

Baca Juga :

Leave a comment