LGBT, Isu Pokok Dialog Perdana JFE-SAS dengan Forkopimda Tomohon

Reporter : | 26 Feb, 2016 - 9:30 pm WITA

Dialog Perdana Walikota dan Wakil walikota Tomohon dengan Forkopimda

Dialog Perdana Walikota dan Wakil walikota Tomohon dengan Forkopimda

TOMOHON, (manadotoday.co.id)— Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak (JFE) dan Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan (SAS) untuk pertama kalinya sejak dilantik 17 Februari lalu, Jumat (26/2/2016)  menggelar dialog dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tomohon yang terdiri dari Ketua DPRD Kota Tomohon, Dandim, Kapolres, Kajari danKetua Pengadilan Negeri di Show Window Tomohon Utara.

Dialog dihadiri jajaran pemkot Tomohon seperti Sekretaris Kota Dr Arnold Poli SH MAP, para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, kepala kantor serta para camat.

Walikota Tomohon pada kesempatan tersebut mengatakan, dialog ini adalahawal pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan nantinya akan dilaksanakan setiap bulan.

‘’Ke depan akan dibagi berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah lewat koordinasi keasistenan agar lebih maksimal dan optimal dalam pelaksanaan dialog,’’ kata walikota.

Dialog membahas seputar isu-isu yang mengemuka saat ini yakni  Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT), semburan uap air di  kelurahan Tondangow yang telah teratasi tetapi masih dalam tahapan untuk pembayaran lahan petani yang terkena imbas dari kejadian tersebut.
Ikut dibahas kekhawatiran warga yang melewati ruas Tomohon-Manado yang rawan terhadap longsor.

Turut dibahas tawuran yang terjadi di Kelurahan Wailan dan Kelurahan Kayawu yang telah ditindak lanjuti aparat terkait, masalah pencurian ternak yang juga telah ditindak lanjuti aparat kepolisian serta pokok-pokok
bahasan penting lainnya.

Selanjutnya Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak SIK yang mendapatkan kesempatan pertama mengatakan beberapa hal yang menjadi perhatian jajarannya bersama masyarakat yaitu turut mensejahterakan
masyarakat Kota Tomohon dalam menyikapi tugas pelayanan, pengayom masyarakat dan perlindungan hukum.

‘’Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh masyarakat Kota Tomohon. Apabila Tugas Pokok dan Fungsi tidak sesuai dengan harapan masyarakat dapat mengurangi kinerja kita,’’ kata Kapolres.

Begitupun dengan budaya miras  dan penggunaan senjata tajam  yang masih perlu atensi untuk meminimalisisasinya. ‘’Kami minta masyarakat untuk mendukung sepenuhnya upaya kami memberantas yang namanya penyakit masyarakat,’’ tukas Kapolres.

Saat giliran ketua pengadilan Negeri Tondano Julien Mamahit SH MH yang baru saja dilantik mengusulkan kepada Pemerintah Kota Tomohon agar mengolah obyek wisata Danau Linou lebih menarik seperti di Singapura dengan memasang lampu-lampu dan tempat-tempat duduk, ada perahu,
nyanyian dan tarian.

Untuk penyalahgunaan Miras, mamahit mengingatkan agar tidak terjadi lagi di Kota Tomohon karena sanksinya cukup berat.
Selanjutnya Dandim 1302 Letkol Czi Moh Andhy Kusuma SSos memberikan apresiasi kepada walikota Tomohon dan mengatakan forum sharing membagi informasi ada baiknya dilaksanakan secara rutin atau sebulan sekali
cukup.

‘’Kodim 1302  bertekad mendukung pelaksanaan pemerintah daerah melalui kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota dan bersinergi dengan Kapolres dan instansi yang lain untuk terciptanya Kamtibmas,’’ kunci Dandim. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment