Nenek ‘Kanibal’ Diduga Bantai Habis 11 Orang Penghuni Apartemen Miliknya

Reporter : | 16 Feb, 2016 - 6:32 pm WITA

Kanibal, Tamara Samsonova

Tamara Samsonova (foto: The Sun)

MANADOTODAY – Seorang nenek kanibal asal Rusia telah dikirim ke rumah sakit jiwa terkenal setelah menolak memberitahu polisi berapa banyak korban yang telah dia dibantai.

Tamara Samsonova didakwa dengan pembunuhan setelah ia kedapatan membawa panci berisi kepala yang telah direbus dan tangan milik temannya Valentina Ulanova.

Tapi, pembunuh itu menolak bekerja sama dengan polisi yang sedang menyelidiki 11 orang yang hilang secara misterius.

Wanita berusia 68 tahun, suaminya dan beberapa penghuni apartemen miliki nenek itu menghilang tanpa jejak, tidak ada bukti yang tertinggal sehingga sulit bagi petugas untuk mengkaitkan kasus itu pada dirinya.

Sebuah rekaman CCTV menunjukan bagaimana Samsonova memotong tangan sahabatnya dengan gergaji dan memasukan potongan tubuh lainnya kedalam tas.

Nenek itu mengaku membunuh Valentina dengan memasukan racun ke dalam saladnya.

Sebuah buku harian milik Samsonova, yang ditulis dalam bahasa campuran Inggris, Jerman dan Rusia memberikan petunjuk tentang pembunuhan lainnya, namun tidak ada informasi tentang di mana mayat lain disembunyikan.

Dalam diari tertulis dikutip dari The Sun: “Saya membunuh penghuni Volodya, memotongnya di kamar mandi dengan pisau, menempatkan potongan-potongan tubuhnya dalam kantong plastik dan membuangnya kedaerah lain di laur Frunzensky.”

Darah milik penghuninya yang lain Sergei Potvayin, dilaporkan ditemukan di kamar mandi dan Samsonova juga diduga mengaku kepada teman sekolahnya dulu Anna Batalina bahwa dia telah membunuh ibu mertuanya.

Batalina mengatakan dia takut mungkin akan menjadi korban Samsonova setelah temannya itu marah kepadanya, menceritakan:.. “Saya akan membunuhmu, Saya akan memotong mu dan memberi potongan tubuh mu kepada anjing. Jangan membuat saya marah.”

Samsonova kini telah dikirim ke rumah sakit jiwa terkenal, “penjara rumah sakit” Kazan untuk pemeriksaan mendetail sebelum dia diseret ke persidangan, setelah bukti yang dikumpulkan di St Petersburg menemukan bahwa dia “gila”.

Baca Juga :

Leave a comment