Empat ABG Asal Tumpaan Nyaris Jadi Korban Trafficking

Reporter : | 12 Feb, 2016 - 5:03 pm WITA

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Empat Remaja asal Kecamatan Tumpaan yakni EL (14), FA (14), SL (14), dan AS (15) nyaris menjadi korban peragangan manusia (trafficking), jika saja aparat Polres Minahasa Selatan (Minsel) tidak sigap membekuk CL alias Cristal alias Love (21) warga Tumpaan Baru yang diduga merupakan mucikari.

Keempat ABG yang belakangan diketahui masih berstatus sebagai pelajar SMP ini, ditenggarai akan dijual kepada para Warga Negara Asing (WNA) asal Turki yang bekerja sebagai tehnisi di Kapal listrik Zeynep Zultan yang dkontrak selama lima tahun oleh PLN dan saat ini berlabuh di pantai Moinit Kecamatan Tenga.

“Empat ABG ini kabarnya akan kawin kontrak dan akan mendapatkan bayaran sebesar Rp 50 Juta,” ujar sumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Sementara itu Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensal melalui Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minsel, Bripka J Hafid, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap CL, yang diduga menawarkan empat remaja tersebut menjadi istri kontrak kepada WNA asal Turki.

”Tersangka CL yang diduga mencoba menawarkan keempat remaja kepada para WNA asal Turki, berhasil ditangkap pada 10 Februari lalu,” ujar Harfid.

Dari keempat korban ini menurut Hafid, salah satunya sudah empat hari tidak pulang rumah, dan baru ditemukan pihaknya di penginapan MCM Desa Lopan Amurang Timur.

”Kasus ini sendiri masih sementara dikembangkan. Untuk mengungkap pihak lain yang terlibat. Dan CL jika terbukti bersalah diancam dengan UUD Perlindungan Perempuan dan Anak, dengan ancaman pidanan maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara,”tukasnya sembari menghimbau peran orang tua, pihak sekolah dan masyarakat mengawasi pergaulan para anak remaja, sehingga akan terhindar dari narkotika dan obat terlarang, pergaulan bebas, korban tarfficking dan tindakan negatif lainnya yang hanya merugikan masa depan generasi muda. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment