Harga Beras Terus Melambung, Warga Berharap Pemerintah Lakukan Operasi Pasar

Reporter : | 04 Feb, 2016 - 1:50 pm WITA

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Melambungnya harga beras di pasaran tradisional bahkan supermarket, membuat warga di Kabupaten Minahasa mengeluh. Kendati demikian, warga terpaksa tetap membeli kebutuhan pokok itu, meskipun diperkirakan harga beras akan makin melambung menembus angka Rp 12.000/liter.

Pantauan manadotoday.co.id di dua pasar tradisional, Kamis (4/2/2016), yakni Pasar Tondano dan Kawangkoan, harga beras jenis Superwin menembus angkah Rp 10.000/liter, kemudian jenis 64 kini di jual Rp 9.000/liter, demikian halnya juga dengan beras jenis Cikilus yang di jual sama dengan jenis 64 yakni Rp 9.000/liter.

“Kenaikan ini sudah hampir sepekan. Kenaikan mencapai Rp 20.000/50 kg. Padahal sebelumnya untuk beras jenis superwin masih bisa di beli dikisaran harga Rp 8.500/liter, sedangkan jenis 64 Rp 8.000/liter,” ujar Jetje dan Roslin pedagang beras di dua tempat berbeda itu.

Menurut keduanya kenaikan harga beras dipastikan akan terus berlangsung, hal ini disebabkan oleh pasokan utama beras di daerah ini berasal dari Bolaang Mongondow kini dilanda kekeringan sehingga dipastikan puluhan bahkan ratusan hektar sawah tak bisa berproduksi untuk beberapa bulan kedepan.

Akan kenaikan ini warga di Minahasa berharap adanya operasi pasar dari pemerintah berupa beras murah guna meringankan beban yang cukup berat ini. Sebab jika tidak di khawatirkan harga beras kini akan terus naik.

“Kami minta pemerintah harus sigap dan segera melakukan upaya-upaya konkrit seperti dengan menggelar operasi pasar khusus beras,” tandas Marny dan Nancy dua ibu rumah tangga. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment