Apakah Memiliki Jenggot Buruk Bagi Kesehatan?

Reporter : | 22 Jan, 2016 - 6:44 pm WITA

Jenggot , kesehatan kulit,

(foto: pixabay)

MANADOTODAY – Jenggot telah menjadi begitu populer dalam beberapa tahun terakhir, tapi popularitasnya telah memicu banyak perdebatan untuk masalah kebersihan rambut wajah.

Tahun lalu, ahli mikrobiologi memperingatkan bahwa jenggot dipenuhi dengan kotoran yang jumlahnya sama dengan yang ditemukan di toilet

Tapi, studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Hospital Infection, menemukan bahwa pemilik jenggot lebih higienis dan tahan bakteri dibandingkan kulit yang dicukur.

Peneliti memeriksa wajah dari 408 staf rumah sakit yang memiliki jenggot dan tidak, mengejutkan, mereka menemukan bahwa laki-laki yang tidak memiliki jenggot lebih mungkin untuk memelihara bakteri di wajah mereka.

Menurut hasil, pria yang tidak memiliki jenggot tiga kali lebih mungkin untuk membawa methicillin-resistant Staph auerus (MRSA) di pipi mereka dibandingkan rekan-rekan mereka yang berjenggot.

Peneliti juga menemukan bahwa pria yang bercukur lebih mungkin untuk memiliki Staphylococcus aureus di wajah mereka, bakteri yang merusak kulit, menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan keracunan makanan.

Para peneliti percaya bakteri ini lebih banyak ditemukan pada pria yang sering bercukur karena proses cukur di kulit “mendukung kolonisasi bakteri dan proliferasi”.

Laporan tersebut berbunyi: “Secara keseluruhan, kolonisasi mirip pada pekerja kesehatan laki-laki dengan dan tanpa rambut wajah, namun, spesies bakteri tertentu lebih umum ditemukan pada pekerja tanpa rambut wajah.”

Baca Juga :

Leave a comment