Awas, Pestisida yang Digunakan Untuk Pertanian Ini Dapat Mempengaruhi Paru-paru Anak

Reporter : | 07 Des, 2015 - 5:25 pm WITA

Pestisida , pestisida organofosfat , Paru-paru

(foto: pixabay)

MANADOTODAY – Paparan pestisida berlebihan dapat membahayakan paru-paru anak-anak, sebuah penelitian baru mengungkapkan.

Studi baru ini melihat anak-anak yang tinggal di daerah pertanian di mana pestisida organofosfat yang diketahui dalam studi sebelumnya dapat menargetkan sistem saraf digunakan.

“Ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar organofosfat, memiliki fungsi paru-paru yang buruk,” kata penulis senior studi Brenda Eskenazi, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan ibu dan anak di Universitas California, Berkeley dikutip dari Webmd.com.

Untuk studi ini, peneliti mengukur kadar pestisida organofosfat dari sampel urin yang dikumpulkan pada lima kesempatan dari 279 anak di California Salinas Valley antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. Daerah ini merupakan pusat pertanian, memproduksi selada, anggur, dan banyak lagi.

Pada usia 7 tahun, anak-anak diberi tes untuk menilai kemampuan pernapasan mereka dengan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Setiap kenaikan 10 kali lipat tingkat organofosfat, dikaitkan dengan sekitar 8 persen penurunan jumlah udara yang bisa ditarik anak, studi ini menemukan.

Efek ini mirip dengan yang disebabkan oleh paparan asap rokok dari ibu, menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Thorax.

Temuan tetap konstan bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan paru-paru anak-anak, termasuk memiliki ibu perokok, polusi udara, dan hewan peliharaan di rumah.

“Anak-anak dalam penelitian kami yang terpapar pestisida dalam jumlah tinggi memiliki kapasitas pernapasan yang rendah,” kata penulis studi Rachel Raanan dalam rilis berita universitas. “Jika pengurangan fungsi paru-paru berlanjut hingga dewasa, itu bisa membuat peserta studi berisiko lebih besar terkena masalah pernapasan seperti PPOK [penyakit paru obstruktif kronik].”

Sementara studi menemukan hubungan antara paparan pestisida dan penurunan pernapasan, studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

Baca Juga :

Leave a comment