Presiden Jokowi: 2018, Kereta Api Jalur Makasar – Manado Beroperasi

Reporter : | 26 Nov, 2015 - 10:14 pm WITA

JAKARTA, (manadotoday.co.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menyatakan, pembangunan jalur Kereta Api (KA) Trans Sulawesi menghubungkan Makassar (Sulawesi Selatan) hingga Manado (Sulawesi Utara), akan terus dikebut.

“Mudah-mudahan tahun 2018, rel KA ini tersambung dan beroperasi,” ujar Jokowi usai meninjau proyek Rel KA Trans Sulawesi di Kabupaten Barru Sulsel.

Menurut dia, semua patut bersyukur sebab konstruksi rel KA dari Makassar ke Pare-Pare dan nanti ke Manado, sudah mulai terlihat. Walaupun baru mencapai 6 kilometer, namun diharapkan Tahun depan ke Pare-Pare sekitar 145 km terealisasi.

“Setelah itu, tahun depan juga mulai dibangun dari Manado ke sini,” katanya.

Disisi lain, Jokowi menyebutkan progres proyek KA itu sesuai dengan rencana. Ini akan tersambung dengan Makassar New Port dan bandara. Selain itu, selama pekerjaan konstruksi, diharapkan ada penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak karena sudah dipesan ke Ditjen Perkeretaapian agar menyerap banyak tenaga kerja.

“Kita minta PT KAI juga agar rekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya,” tukasnya.

Jokowi mengatakan, KA Trans Sulawesi nantinya memang bukan kereta cepat tapi dengan kecepatan 200 km per jam sudah lebih cepat dari mobil. Sementara untuk bahan atau material pembangunan proyek, hampir 100 persen menggunakan produk dalam negeri seperti bantalan dari WIKA, pengunci dari Pindad.

“Memang relnya masih dari Jepang. Tapi hampir 100 persen dari dalam negeri,” jelasnya.

Terkait kebutuhan tambahan anggaran, Jokowi menuturkan sudah ada alokasi dan jika diperlukan tambahan akan dimasukkan dalam APBN Perubahan.

“Lokomotif dan gerbong diproduksi oleh Inka,” katanya.

Ia menambahkan, soal pembebasan lahan pemerintah pusat melalui APBN juga membantu penyediaan lahan itu. Pemerintah tetap berkomitmen dalam penyediaan infrastruktur daerah di seluruh Indonesia.

“Ini tidak hanya di sini, di tempat lain juga ada. Di Papua baru studi, semester depan mungkin selesai sehingga tahun depan sudah mulai konstruksi,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan semakin memadainya berbagai infrastruktur maka biaya transportasi, logistik dan distribusi akan lebih murah sehingga nanti harga barang lebih murah.

“Kalau ada kereta api, ada transportasi laut, kita pastikan biaya transportasi, distribusi lebih rendah, biaya logistik lebih murah, harga barang juga lebih rendah,” tandas Jokowi. (*/ton)

Baca Juga :

Leave a comment