Sumarsono Dianugrahi Gelar Adat Tonaas Wangko Umbanua

Reporter : | 08 Nov, 2015 - 8:03 pm WITA

Majelis Kebudayaan Adat Minahasa, ketika memberikan gelar adat Tonaas Wangko Umbanua, kepada Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM.

Majelis Kebudayaan Adat Minahasa, ketika memberikan gelar adat Tonaas Wangko Umbanua, kepada Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM.

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Dalam rangka perayaan HUT ke-587 Kabupaten Minahasa, Majelis Kebudayaan Adat Minahasa, melakukan penganugerahan Gelar Adat Minahasa “Tonaas Wangko” yang adalah Simbol Gelar Adat tertinggi di Tanah Toar Lumimuut.

Pemberian gelar adat yang dilaksanakan di ruang Sidang DPRD Minahasa, Sabtu (7/11/2015), Penjabat Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM, menerima gelar adat Tonaas Wangko Umbanua.

foto 2

Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM, ketika memberikan sambutan di acara pemberian gelar adat Minahasa.

Pada penyerahan gelar adat kepada Sumarsono dan sejumlah Perwira Tinggi TNI dan Polri di Sulut, berlangsung hikmat dan Sakral, dengan diselingi atraksi Tarian Perang Kabasaran, Maengket, dan pemukulan Tetengkoren/tambur.

Prosesi pemberian gelar, diawali dengan ritual mengambil tempat disekitar “Meja Raragesan” (Meja Adat), yang diatasnya tersaji, Nasi Bungkus, telur ayam rebus, Saguer (Tuak), dalam kower (mangkok bambu), sirih, pinang dan kapur, sebagai alat kelengkapan ungkapan syukur dan pemujaan terhadap “Opo Empung” (Tuhan Yang Maha Esa), serta dilengkapi tanaman Khas “Tawaang” yang adalah tanaman khusus orang Minahasa sebagai patokan penunjuk batas halaman rumah/kebun, juga sebagai lambang penegakkan hukum adat, serta berfungsi magis dalam menangkal bencana, karna karakteristik tanaman ini mudah tumbuh, namun kebal terhadap gejala alam.

foto 3

Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM, foto bersama istri tercinta selaku Ketua PKK Sulut Dra. Try Rachayu Sumarsono, usai menerima gelar adat Tonaas Wangko Umbanua.

Selanjutnya, Majelis Kebudayaan Minahasa, para Tetua Adat, mengatasnamakan keturunan dari Toar Lumimuut yang mendiami wilayah Minahasa Raya yang terdiri dari Sub Etnis Tonsea, Tolour, Tountemboan, Tombulu, Tonsawang, Pasan Ponosakan, Bantik.

Setelah bermusyawarah dan bermufakat berdasarkan petunjuk adat budaya Minahasa dan Dotu Toar Lumimuut, menetapkan 12 Putra terbaik negeri ini sebagai Tonaas Wangko, dan Sumarsono pun dikukuhkan dengan Anugerah gelar “Tonaas Wangko Umbanuaā€¯.

Ketika didaulat memberikan sambutan, Sumarsono mengatakan, suasana bathin Masyarakat Minahasa, tercermin dari akar filosofi Ke-Maesa-an, yang menjadi landasan hidup dengan dasar persatuan dan kesatuan. Selain itu, Minahasa adalah daerah yang khas dan unik serta penuh kemajemukan yang dinamis, namun patut diwaspadai akan nilai2 luhur akan luntur jika tidak dilestarikan.

foto 4

Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM, foto bersama dengan 11 tokoh penerima gelar adat Tonaas Wangko dan Majelis Kebudayaan Adat Minahasa, usai menerima gelar adat.

“Pemberian gelar adat ini adalah salah satu bagian dari upaya pelestarian budaya juga sebagai wahana memupuk rasa kekeluargaan, kekerabatan, dan memberikan motivasi dalam melestarikan nilai leluhur, sebagai modal dasar pembangunan di tanah Toar Lumimuut dengan bersendikan pada kearifan lokal,” ucap Dirjen Otda Kemendagri ini.

Acara pemberian gelar ini, diselingi dengan ritual adat berupa pemakaian atribut baju adat kebesaran dan tongkat komando, Minum Saguer (Tuak) sebagai simbol rasa kebersamaan antara Para Tonaas dan foto bersama.

Adapun para penerima gelar adat dari Perwira Tinggi TNI/Polri yakni : Laksamana Madya TNI Desi Albert Bobby Mamahit (Dirjen Hubla Dep Perhubungan) menjadi Tonaas Wangko An Tasik, Irjen Pol Drs Dicky Atotoy (Wa Ir Wasum Polri) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Irjen Pol DR Petrus Golose (Deputi bidang Kerma Internasional BNPT) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI George Supit (Kasdam VI Mulawarman) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana’an, Brigjen Pol Hengki Kaluara (Kapolda Gorontalo) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI Robert RF Lumempouw (Bandep lingkungan alam Setjen Wantanas) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana’an, Brigjen TNI Fabian Embran (Kababek TNI) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana’an, Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung,SH (Kapolda Sulut) menjadi Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI Sulaiman Agusto, SIP, MM (Danrem 131 Santiago) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana’an, Laksma TNI Manahan Simorangkir (Danlantamal VII) menjadi Tonaas Wangko An Tasik.

I Yayat U Santi….!! Sigi Wangko wia se tonaas wangko, tua um banua, wia se tonaas wangko umbanua. (Hormat setinggi tingginya kepada Tonaas wangko um banua, tonaas wangko). (ton)

Baca Juga :

Leave a comment