Kisah Ratu Kecantikan Thailand yang Tidak Malu Punya Ibu Pengulung Sampah

Reporter : | 29 Okt, 2015 - 1:42 pm WITA

Ratu Kecantikan ,Thailand, Khanittha 'Mint' Phasaeng

(foto: People’s Daily Online)

ManadoToday – Sebuah foto yang menghangatkan hati menjadi viral menunjukkan ratu kecantikan Thailand yang kembali ke kampung halamannya untuk mengucapkan terima kasih dengan cara yang paling sederhana kepada wanita yang membesarkannya.

Mengenakan mahkota berkilauan, selempang sutra dan sepatu hak, Khanittha ‘Mint’ Phasaeng, 17 tahun, yang memenangkan gelar Miss Uncensored News Thailand 2015 bulan lalu – berlutut kepada ibunya di depan tempat sampah kotor untuk berterima kasih atas semua yang dia telah dilakukannya, The People Daily Online melaporkan.

Ibu Mint membesarkannya sendirian, bertahan hidup dengan mengumpulkan dan mendaur ulang sampah.

Menurut DramaFever News, Mint tidak pernah merasa malu: “Apa yang saya miliki saat ini adalah karena ibu saya. Dia dan saya bertahan hidup dengan melakukan pekerjaan yang jujur, sehingga tidak ada alasan mengapa saya harus merasa rendah diri.”

Dia beratahan dan optimis untuk bertahan hidup, terus membantu keluarganya dengan bekerja pekerjaan kasar, dan membantu ibunya ketika mengumpulkan dan mendaur ulang sampah.

Secara kebetulan, Mint direkomendasikan untuk berpartisipasi dalam kontes kecantikan di Thailand. Dia tidak pernah membayangkan akan memenangkan kontes.

“Ketika juri mengumumkan saya pemenangnya, rasanya seperti mimpi. Saya pikir bagaimana bisa seorang gadis biasa seperti saya menjadi seorang ratu kecantikan. Semua yang saya capai saat ini adalah karena kerja keras ibuku.”

Keluarga Mint hidup dengan kemiskinan, sehingga ibunya tidak mampu untuk mengirim ratu kencantikan ini ke perguruan tinggi setelah lulus SMA.

Setelah menang, Mint memperoleh kesempatan tampil di iklan, film dan televisi, dia berkesempatan untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Tapi, dia mengatakan: “Keluarga saya akan terus menjadi pemulung. Ibuku masih akan pergi dan memilah sampah dan tidak bersedia untuk membiarkan saya membantunya.”

Baca Juga :

Leave a comment