Chairul Anwar: Kemajemukan Indonesia Bisa Jadi Ancaman Serius Radikalisme

Reporter : | 21 Okt, 2015 - 7:58 pm WITA

Brigjen Pol Drs Chairul Anwar SH MH, Radikalisme, UKIT tomohonTOMOHON, (manadotoday.co.id) – Asisten Deputi 2 Kamnas Kemenko Polhutkam Brigjen Pol Drs Chairul Anwar SH MH mengungkapkan. Kemajemukan di Indonesia bisa menjadi ancaman serius radikalisme.

Hal ini dikatalannya saat memberikan kuliah umum berjudul Ancaman Radikalisme dalam Kemajemukan Indonesia di hadapan seribuan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan AZR Wenas Rabu (21/10/2015).

”Kemajemukan ini jika tidak dijaga, akan menjadi ancaman serius diistegrasi nasional,” katanya saat memberikan kuliah umum di aula lantai III Kantor Sinode GMIM.

Ia mencontohkan konflik Ambon, Poso, Tolikara, Sampang Mandura, Aceh dan lainnya. Ditambahkan mantan Kapolres Karawang ini, langkah mengantisipasi radikalisme harus ada kerjasama erat antara Polri, TNI dan masyarakat.

”Pemerintah melakukan deradikalisasi dengan melakukan pemberdayaan potensi anggota yang melakukan tindakan radikalisasi,” tandas mantan Kapolwil Tabes Makasar ini.

Radikal lanjutnya, muncul sebagai perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap akan merugikan kelompoknya. Cara dialog, persuasif atau diplomatis sering tidak memberikan hasil secara cepat sehingga cara kekerasan dianggap paling cepat untuk mencapai tujuan. Namun, langkah persuasif adalah cara yang paling baik untuk menangkal radikalisme.

Radikalisme ada yang muncul dari sikap kebencian yang ditanamkan lewat indoktrinasi mengatasnamakan kelompok tertentu yang ingin merubah dasar negara Pancasila.

Pemerintah, tokoh masyaraat dan warga negara katanya lagi, perlu mensosialisasikan dan memberikan penjelasan yang benar tentang bahaya radikalisme.

Pemerintah juga harus menutup ruang gerak kelompok radikal dan membendung akses mereka dari dalam maupun luar Indonesia.

Sementara Rektor UKIT Yopie AT Pangemanan SPd MM mengatakan, UKIT akan mengawal kerukunan antar umat beragama dan mencegah radikalisme berkembang di Sulut dengan menggelar kegiatan bermanfaat di masyarakat.

Kuliah umum itu sendiri kata Ketua Panitia Joni Kutu Kampilong ST MM dan Sekretaris Fadly Rumondor SP MM dilaksanakan sebagai rangkaian dari kegiatan wisuda sarjana UKIT. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment