Oknum Staf Dinas PU Minsel Diduga Main Proyek

Reporter : | 03 Okt, 2015 - 11:21 am WITA

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Sejumlah oknum staf Dinas PU Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang berprofesi sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) yang ansebelumnya disebut Pegawai Negrei Sipil Negara (PNS) ditenggarai sering menjadi “kontraktor” mengerjakan proyek infrastruktur.

“Proyek dibawah Rp 200 juta atau Penunjungan Langsung (PL) sebagian besar dikerjakan oleh staf yang ada di Dinas PU Minsel,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Modusnya, menurut sumber para staf ini meminjam atau menyewa perusahaan ke kerabat atau rekanan mereka, sehingga memungkinkan secara sah boleh mengerjakan proyek PL.

“Praktek ini sudah menjadi rahasia umum dan sudah berlangsung lama. Jangan heran jika para kontraktor yang resmi, akan mendapatkan  proyek PL tersebut, sebab sudah di “kapling” oleh sejumlah staf ini,” tandasnya lagi.

Dari bocoran yang dikatakan sumber beberapa proyek yang diketahui diduga dikerjakan oleh sejumlah oknum staf Dinas PU Minsel, dengan dalih meminjam atau menyewa perusahaan yakni proyek talud di jalan Malola-Kumelembuai, drainase di Desa Kumelembuai Dua dan sejumlah proyek infrastruktur yang anggarannya dibawah dua ratus juta di sejumlah Desa lainnya. “Padahal sudah jelas ASN sebagai aparatur negara tidak boleh main proyek,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jootje Tuerah, ketika dimintai tanggapan menampik jika ada staf yang nyambi sebagai kontraktor. “Tidak benar, jika ada staf Dinjas PU Minsel yang jadi kontraktor ” kelitnya.

Sebab menurut Tuerah tidak dibenarkan PNS atau tenaga honor di Dinas PU Minsel mengerjakan proyek atau menjadi kontraktor.

“Yang benar staf atau PNS di Dinas PU dalam hubungannya dengan pelaksanaan proyek, hanya sebagai pengawas. Dan pengawas bisa bertugas memfasilitasi kekurangan material agar jalannya proyek tidak terganggu. Namun tetap yang membayar adalah kontraktor. Jadi sekali lagi tidak betul jika ada staf di Dinas PU yang berprofesi ganda sebagai kontraktor,” tukasnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment