Brigade Manguni Gelar Apel Akbar dan Parade Budaya Nusantara

Reporter : | 29 Sep, 2015 - 11:36 pm WITA

Pnj Gubernur Sulut: Budaya dan Kearifan Lokal di Sulut Harus Dipelihara

Brigade Manguni , Budaya NusantaraMANADO, (manadotoday.co.id) – Brigade Manguni Indonesia, menggelar apel akbar dan parade budaya yang digelar di lapangan KONI Sario Manado, Selasa (29/9/2015).

Apel yang dipimpin Tonaas Wangko Dicky J. Maengkom dan dihadiri ratusan anggota BM ini, turut dihadiri Penjabat Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM, dan istri Ny. Tri Rahayu.

Sumarsono ketika didaulat memberikan sambutan, mengawai dengan yel-yel kebersamaan ormas yang berorientasi pada budaya dan adat keminahasaan, I Yayat U Santi, dan disambut aplaus serta antusias para Pimpinan dan Anggota serta para Tonaas Wangko Umbanua BMI se- Indonesia.

Menurut Sumarsono, dirinya menyambut gembira dan penuh rasa bangga akan prakarsa kegiatan ini. Sebagai bagian dari kekayaaan budaya nusantara, utamanya Bumi Nyiur Melambai, BM menjadi Etalase Bangsa dan cermin Kebhinekaan serta salah satu tempat yang menonjolkan Kedinamisan Budaya yang kaya akan kearifan lokal.

“Potensi keindahan alam berpadu dengan kehidupan masyarakatnya yang pluralis namun terbuka, demokratis dan egaliter, sehingga makna historis cultural akan ivent ini memperkokoh komitmen rasa persatuan dan kekeluargaan antar sesama dalam kemajemukan. Budaya dan kearifan lokal Sulut harus terus dipelihara,” ujar Dirjen Otda Kemendagri ini.

Ditambahkan dia, eksistensi Organisasi BMI diharapkan menjadi pelopor terciptanya kehidupan politik yang santun, elegan, etis dan demokratis, terlebih daerah ini akan melaksanakan Pilkada Serentak tahun 2015, agar berlangsung sukses, aman dan dinamis.

Ketua Dewan Pimpinan Tonaas (DPT) BMI, Tonaas Wangko Dicky J Maengkom, dalam sambutannya, menyatakan keikutsertaan perwakilan Suku dalam Parade Budaya Nusantara, diantaranya Suku Dayak, Bali, Papua, Banten, Ternate, Gorontalo, dan suku-suku lainnya.

“Apel Adat ini guna menunjukan jati diri serta identitas budaya Minahasa teraktualisasi dengan menonjolkan ornamen khas, yang mengambarkan keaneka ragaman berupa replika patung Cakele, Maskot Burung Manguni, dan lain-lain,” ucap Maengkom.

Turu hadir pada kegiatan itu, perwakilan Forkompimda Sulut, Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw, dan sejumlaj Pejabat di Lingkup Pemprov Sulut.

Apel akbar ini, diselingi atraksi tarian maengket, Tari Dinamis dari Tanah Papua dan tarian dari perwakilan Pulau Dewata Bali. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment