Doyan Makan Anjing, Sulawesi Utara Jadi Soroton Publik Internasional

Reporter : | 25 Sep, 2015 - 1:16 pm WITA

Anjing, pasar tomohon, Bob Irwin Wildlife Conservation Foundation ,  Rupert Imhoff,

(foto: Rupert Imhoff)

SULUT, (manadotoday.co.id) – Penduduk Sulawesi Utara khususnya Minahasa jadi sorotan publik internasional setelah Rupert Imhoff, petugas penelitian di Bob Irwin Wildlife Conservation Foundation terbang ke Pasar Tomohon yang berlokasi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, karena mendengar ada anjing yang dipukuli dan dibakar sampai mati.

Rupert Imhoff mengakutertekan melihat ‘pembantain’ yang terjadi di Pasar Tomohon, dia melihat hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kelinci – serta kelelawar liar, tikus hutan, babi dan ular diperjual belikan untuk dimakan

Rupert, yang telah bertahun-tahun menyelidiki dan mengekspos kekejaman terhadap hewan di seluruh dunia, menggambarkan ‘pembantaian’ ini sebagai salah satu yang paling menakutkan yang pernah dia lihat.

Dia mengatakan kepada MailOnline: “Tidak ada empati dan belas kasihan terhadap hewan. Mereka berteriak ketakutan di dalam kandang sampai mereka dipukuli sampai mati dalam keadaan sadar.”

“Sempat terlintas dibenak saya untuk membeli semua hewan ini untuk menyelamatkan mereka.” tambahnya.

Banyak dari orang-orang yang membaca artikel yang di muat di MailOnline berkomentar ini adalah tindakan yang tidak berperikamanusiaan, bahkan ada yang mengaku tidak sanggup membaca artikel sampai habis karena terlalu ‘sadis’, namun ada juga yang menganggap itu sudah biasa di sana, karena sudah menjadi bagian dari tradisi.

Bagi orang Sulawesi Utara khususnya Minahasa, hewan seperti anjing, kucing dan ular merupakan hewan yang dapat dimakan, ini sudah merupakan bagian dari budaya, sedangkan bagi orang luar, hewan-hewan tersebut bukan merupakan makanan, bahkan ada hukum yang melarang untuk mengkonsumsi atau membunuh mereka.

Selain Minahasa, Suku Batak dari Sumatera Utara juga diketahui menyantap daging anjing.

Sebuah petisi yang dibuat Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melarang ‘perdagangan daging hewan peliharaan’ sama sekali tidak berhasi, dari target 25.0000, hanya 16.000 yang setuju.

Baca Juga :

Leave a comment