Wanita Transgender Ditahan Pihak Bandara Setelah Kemaluannya Dianggap Sebuah Bom

Reporter : | 23 Sep, 2015 - 10:36 pm WITA

wanita transgender , Bandara , Shadi Petosky, Bandara Internasional Orlando

Shadi Petosky (foto: twitter)

ManadoToday – Seorang wanita transgender digiring oleh pihak keamanan bandara setelah kemaluannya dianggap sebagai benda berbahaya.

Shadi Petosky mengatakan dia merasa dipermalukan setelah diinterogasi selama 40 menit oleh petugas keamanan, menyebabkan dia ketinggalan pesawat.

Setelah melewati pemindai tubuh, wanita itu langsung ditarik untuk diperiksa karena khawatir jika dia membawa bahan peledak di Bandara Internasional Orlando.

Kemaluannya ditandai sebagai sebuah anomali.

Shadi dibawa ke ruang interogasi di mana dia mengatakan kepada pejabat Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) jika dia seorang transgender, mengatakan dikutip dari metro.co.uk, “Itu adalah kemaluan saya.”

Staf TSA kemudian mengatakan bahwa jika dia laki-laki, dia harus melewati pemindai tubuh untuk laki-laki.

Shadi mengatakan kepada The Daily News: “Saya sangat malu. Ketika petugas menepuk kelamin saya, saya dinyatakan positif bahan peledak.”

Pada saat dibebaskan, Shadi harus rela ketinggalan pesawat ke Minneapolis.

Baca Juga :

Leave a comment