Usulan Nama Kodam 13 Wolter Mongisidi dari GSVL Dapat Dukungan Pemprov Sulut

Reporter : | 09 Sep, 2015 - 12:17 pm WITA

Kodam 13 Wolter Mongisidi, suku bantik, GSVL , MANADO, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Djouhari Kansil MPd, menyatakan, Pemprov Sulut dibawa pimpinan Gubernur DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), memberi apreasi yang tinggi dan mendukung sepenuhnya langkah yang diambil Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut.

Demikian Kansil saat mewakili Pemprov Sulut dan membacakan sambutan tertulis gubernur SHS, dalam acara puncak Festival Seni Budaya Bantik yang dirangkaikan dengan peringatan 60 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi di lapangan Bantik Malalayang, pekan lalu.

Pernyataan Kansil yang disampaikan secara terbuka ini, sontak disambut aplaus ribuan masyarakat Bantik yang datang dari kawasan Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Manado sendiri serta utusan Bantik Jabodetabek, Bantik USA, Bantik Australia, Bantik Eropa dan perwakilan masyarakat Bantik Kalimantan.

Selain warga Bantik dan keluarga besar pahlawan Robert Wolter Mongisidi; dukungan SHS bagi GS Vicky Lumentut yang disampaikan Djouhari Kansil ini diungkapkan di depan para undangan VIP seperti Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaung, Kasrem 131 Santiago, Dandim Manado, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Henny van Bonne, Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan, anggota DPRD Sulut Hanny Jost Pajouw. “Kami, pemerintah provinsi, mendukung dan sependapat dengan pak Vicky Lumentut, itu sudah pas,” kata Kansil sambil meminta dukungan Kasrem 131 Santiago agar meneruskannya kepada pimpinan TNI.

Sebelumnya, saat membawakan sambutan mewakili Pemerintah Kota Manado, GSVL secara gamblang mengungkapkan apresiasinya atas usulan keluarga besar Mongisidi yang disampaikan salah satu keponakan pahlawan itu, Kolonel Ricky Winowatan. “Keluarga berharap, Kodam yang segera dibentuk kembali di daerah ini, juga mengabadikan nama Robert Wolter Mongisidi sehingga namanya menjadi Kodam 13 Robert Wolter Mongisidi,” pinta Kolonel Ricky Winowatan yang kini Atase Pertahanan KBRI Timor Leste itu.

Sebagai pemuda pejuang yang cerdas dan gagah berani, menurut Lumentut, nama Robert Wolter Mongisidi yang gugur di depan regu tembak tentara Belanda di Makassar pada 5 September 1949, itu layak diabadikan sebagai nama Kodam 13. Dukungan Walikota Manado GSVL atas usulan keluarga Mongisidi inilah yang kemudian diapresiasi Djouhari Kansil dalam pidatonya.

Walikota Manado, GSV Lumentut sendiri, menegaskan dalam lima tahun terakhir pelaksanaan Festival Seni Budaya Bantik yang selalu dirangkaikan dengan peringatan gugurnya pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi; telah menjadi agenda tetap pemerintah kota Manado.

Hal itu, kata dia, sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya terhadap masyarakat Bantik yang di Manado tersebar di Malalayang, Singkil, Buha, Bengkol, Molas dan Meras.“Secara pribadi, Bantik selalu ada di hati saya,”ingat Walikota GSVL saat membawakan sambutan pada puncak acara Festival Seni Budaya Bantik dan peringatan 60 tahun gugurnya pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi tahun 2015, di Lapangan Bantik Malalayang, Sabtu lalu.

Tahun 2015 ini, ungkap Walikota GSVL, Pemkot Manado menghibahkan satu set ring tinju kepada Jaguar Boxing Camp pimpinan AKBP Drs Reino Bangkang yang juga Ketua Lembaga Pemangku Adat Bantik Minanga, bagi pembinaan generasi muda di kawasan Malalayang.“Daripada baku pana wayer, mari kita salurkan bakatnya di cabang tinju,” ajak Lumentut sambil menyebut dua lokasi lainnya di Manado yang mendapat bantuan serupa.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Dra Rinny Joroh Mongisidi melaporkan acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah dimulai pada 14 Februari, yang merupakan tanggal kelahiran Robert Wolter Mongisidi.

Secara simbolis, walikota menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan dan diwakili peraih Yodo dan Yuyu Bantik 2015 kepada Derryl Kopitoy dan Dinda Geruh. (*/ton)

Baca Juga :

Leave a comment