Tidak Main-main, Efek Stres Kerja Ternyata Tidak Seperti yang Anda Bayangkan

Reporter : | 07 Sep, 2015 - 2:50 pm WITA

Stres Kerja, perokok pasif, sehat, tips sehat

(foto: the guardian)

ManadoToday – Ketidakamanan kerja, jam kerja yang panjang dan tuntutan pekerjaan yang tinggi menciptakan lingkungan stres bagi kebanyakan orang dan dianggap sama berbahayanya dengan perokok pasif.

Sebuah penelitian yang menggabungkan 228 studi tentang stres kerja yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard dan Stanford menemukan bahwa efek stres di tempat kerja sama berbahaya dengan perokok pasif. Para peneliti juga menemukan bahwa konflik kerja keluarga menimbulkan kemungkinan kesehatan fisik yang buruk dengan kemungkinan lebih dari 90% dan ketidakamanan kerja menimbulkan peluang yang sama sebesar 50%.  Kemungkinan didiagnosa dengan penyakit pada kasus tuntutan kerja yang tinggi sebesar 35%. Secara umum, jam kerja yang panjang akan meningkatkan angka kematian pada para pekerja kantor sebanyak hampir 20%.

Temuan baru ini dipublikasikan dalam Journal Behavioural Science and Policy berdasarkan berbagai ulasan dan meta-analisis.

Para peneliti menekankan bahwa meski banyak perusahaan menawarkan program-program kesehatan bagi karyawan, mereka sering kehilangan bagian-bagian yang berhubungan dengan stres kerja. “Program kesehatan sangat baik untuk diterapkan,” peneliti mengatakan kepda Boston Globe. “Tapi mereka menargetkan [perilaku karyawan],” seperti diet dan olahraga, “tidak menargetkan penyebab stres. Ada dua sisi yang sama dan sekarang kita fokus pada satu sisi. Kami sedang berusaha untuk menarik perhatian ke sisi lain, yang merupakan efek dari praktek manajerial. “Jam kerja yang panjang, tidak adanya kontrol pekerjaan, tuntutan pekerjaan berat dan kurangnya dukungan sosial yang dianggap sebagai faktor risiko tinggi untuk stres di tempat kerja.

Menurut Wikipedia, ulasan 1992 memperkirakan bahwa paparan asap tangan kedua (pasif) menyebabkan 35.000 sampai 40.000 kematian per tahun di Amerika Serikat pada awal 1980-an. Penyebab meningkatnya angka kematian terkait penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Baca Juga :

Leave a comment