Setiap Pria di Kota ini Miliki Lebih Dari Satu Pacar, Jika Memilih Setia Anda Akan Ditertawakan

Reporter : | 03 Sep, 2015 - 1:15 pm WITA

Cina , hubungan polyamorous , Dongguan, kota indsutri

(foto: CEN)

ManadoToday – Sebuah kota di Cina baru-baru ini telah menjadi sorotan publik karena budaya hubungan polyamorous dan ‘memelihara’ laki-laki.

Di Dongguan, Cina selatan, seorang pria dengan beberapa pacar wanita yang membayar pria tersebut sekarang telah membudaya, People’s Daily Online melaporkan.

Sebagian besar perempuan muda yang terlibat dalam praketek ini adalah pekerja pabrik yang dibayar dengan gaji rendah yang berharap untuk menikah dengan laki-laki dalam waktu dekat.

Media Cina baru-baru ini menerbitkan beberapa gambar yang menunjukkan banyak pria di Dongguan memeluk, mencium atau tidur dengan lebih dari satu wanita.

Dongguan adalah kota industri penting di provinsi Guangdong Ciina selatan. Kota ini sering dijuluki ‘pusat manufaktur dunia’ atau ‘pabrik dunia’, tetapi juga memiliki reputasi sebagai ibukota s*ks Cina.

Cina , hubungan polyamorous , Dongguan, kota indsutri

(foto: CEN)

Salah seorang pria, yaitu sebagai Li Bin, mengklaim dia memiliki tiga pacar yang bekerja di pabrik. Dia mengaku mencintai ketiga pacarnya. Li Bin bahkan mengklaim bahwa ‘mereka semua tau satu sama lain’.

Dia mengatakan dikutip dari Mail Online: “Pacar ketiga saya sering tampak sedih jadi saya pergi untuk berbicara dengannya. Dia mengusulkan agar kami berdua mulai pacaran. Saya katakan “Saya sudah punya dua pacar dan dia setuju. ”

Seorang pria lain, Xiao Lin, mengungkapkan bahwa dia juga memiliki tiga pacar. Dia mengatakan: “Ini sangat normal. Mereka yang datang ingin hidup yang sama dengan yang lain. ”

Xiao Lin menambahkan: “Beberapa teman saya juga melakukannya. Satu orang dengan beberapa wanita sangat normal. ”

“Gadis-gadis pabrik yang muda dan cantik ada di mana-mana. Mereka sederhana dan mudah bergaul, mengapa tidak memiliki beberapa?. Akan memalukan bagi seorang pria jika hanya memiliki hanya satu pacar, mereka akan menertawakan Anda.”

Xiao Lin mengatakan: “Selagi masih muda, kita bisa bermain selama beberapa tahun. Ketika sudah dewasa, semua gadis pulang dan menikah. Mereka masih perempuan yang layak.”

Masalah yang terjadi Dongguan berasal dari kesenjangan besar antara laki-laki dan perempuan. Cina memiliki lebih banyak pria daripada wanita, sedangkan di Dongguan hanya memiliki 89 pria orang untuk setiap 100 wanita.

Ini juga dikarenakan para wanita lebih suka menjadi pekerja pabrik, mendorong banyak pekerja migran perempuan pindah ke kota tersebut untuk bekerja.

Baca Juga :

Leave a comment