Wagub Sulut: ASN Pelaku Utama Tumbuh Kembang Bangsa

Reporter : | 01 Sep, 2015 - 7:36 pm WITA

 Wakil Gubernur, Sulawesi Utara,Djouhari Kansil MPd,  Aparatur Sipil Negara

DR. Djouhari Kansil MPd

SULUT, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Djouhari Kansil MPd, menyatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sosok pelaku dan sumber daya utama dalam proses tumbuh kembang bangsa. Hal itu disampaikannya, ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan CPNS Golongan II dan Pelatihan Publikasi Jurnal Ilmiah Bagi Tenaga Pendidik Kemenkes RI, yang digelar di Bapelkes Dinkes Sulut, Selasa (1/9/2015).

“ASN memegang peranan yang sangat menentukan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dari berbagai kondisi yang dimiliki bangsa. Sehingga kapasitas dan profesionalitas kerja dari seorang ASN sangatlah menentukan keberlangsungan proses pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang dijalankan,” jelas Kansil.

Dikatakan dia, pada tataran implementasi seorang ASN harus mampu memenuhi standar kompetensi sesusai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta jabatan yang diembannya. Disamping itu, harus mampu mengimbangi dinamika perubahan zaman yang terjadi. “Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta profesionalitas aparatur melalui jalur pendidikan seperti ini,” ujar Kansil.

Terkait pelaksanaan diklat publikasi jurnal ilmiah bagi tenaga pendidik, Kansil menyebutkan sesuai amanat UU Nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan, yakni penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan iptek dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pencapaian tujuan negara sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945.

“Maka baik penelitian maupun publikasi jurnal ilmiah sebagai hasil dari suatu penelitian, memegang substansi dan kontribusi yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang bangsa, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan dalam tataran implementasinya,” terang Kansil.

Dia pun berharap, diklat ini akan sangat sinergis dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, melalui pengembangan kapasitas aparatur tenaga pendidik dalam pemanfaatan serta optimalisasi penguasaan Iptek di bidang kesehatan. Sementara Kepala UPTD Bapelkes Dinkes Sulut Flora Krisen, mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama Pusdiklat Aparatur BPPSDMK Kemenkes RI dengan UPTD Bapelkes Dinkes Sulut Tahun 2015.

“Tujuan kegiatan ini, agar peserta pelatihan publikasi jurnal karya ilmiah, mampu menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal nasional atau internasional. Sedangkan untuk peserta diklat prajabatan usai diklat kiranya mampu melaksanakan tugas dan perannya secara peofesional sebagai pelayan masyarakat yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi ASN,” jelasnya.

Krisen menambahkan, peserta pelatihan berjumlah 30 orang, berssal dari Poltekses Kemenkes Makasar 10 orang, Poltekse Kemenkes Gorontalo 3 orang dan Polteks kemenkes Manado 17 orang. Sedangkan peserta diklat prajabatan berjumlah 40 orang yang bersar dari BTKL dan PPM Kelas 1 Manado 3 orang, KKP Kelas II Manado dan KKP Kelas III Bitung, RSU Ratatotok Buyat masing-masing 6 orang, Poltekes Kemenkes Manado 2 orang dan RSUD Prof Dr RD Kandou Manado 17 orang.

Menjadi narasumber pada kegiatan itu, Dr Lukman M.Hum, Dr Dwi Tyastuti MPh dan Dr Marudut Sitompul MPS. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment