Pemakaman Korban Pembunuhan di Remboken Dijaga Anggota TNI/Polri

Reporter : | 20 Agu, 2015 - 9:01 pm WITA

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Pemakaman Jimmy Suoth (31) warga Desa Leleko Jaga III Kecamatan Remboken, yang menjadi korban pembunuhan akibat perkelahian dua kelompok pemuda antar Desa di Remboken pada Senin 17 Agustus 2015, dijaga puluhan aparat TNI dan Polri, Kamis (20/8/2015).

Proses pemakaman diawali dengan ibadah pemakaman di rumah duka, di Desa Leleko. Kemudian, dibawa ke tempat peristirahatan terakhir almarhum, di pekuburan umum Desa Kaima.

Pantauan manadotoday.co.id, ratusan pelayat hadir di pemakaman Suoth yang diiringi isak tangis keluarga serta kerabat dekat korban. Pihak keluarga yang coba dimintai keterangan masih enggan memberikan komentar, dan nampak terlihat rasa penyesalan yang amat mendalam dari raut wajah keluarga atas kepergian almarhum. Sementara sejumlah sahabat almarhum, menuturkan Jimmy Suoth adalah sosok pemuda yang dikenal mudah bergaul, santun, dan sangat dekat dengan keluarganya.

“Jimmy orang sangat baik, tidak sombong dan sifat penolong. Pada malam kejadian itu Jimmy bukan bagian dari dua kelompok pemuda yang berkelahi, tapi Dia sempat menegur dengan sopan agar pertikaian ini jalan dilanjutkan. Tapi justru Dia yang menjadi korban. Selamat jalan Jimmy, selamat jalan sahabat,” tutur Fernando, salah satu sahabat dekat Korban.

Camat Remboken Arthur Palilingan ketika dihubungi manadotoday.co.id, menyatakan meski suasana mulai kondusif akhir-akhir ini, namun keterlibatan TNI-Polri guna menjaga stabilitas keamanan beberapa waktu kedepan masih diharapkan.

“Saya berharap Remboken terus kondusif, dan tak ada lagi situasi mencekam. Warga bisa beraktivitas dengan baik. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga untuk mengambil hikmahnya agar peristiwa serupa takkan terulang lagi,” kara Palilingan. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment