Awas, Rasa Marah dan Kecemasan Berlebihan Dapat Memicu Serangan Jantung

Reporter : | 31 Agu, 2015 - 12:23 pm WITA

 Marah ,Kecemasan, Serangan Jantung, tips sehat

(foto: pixabay)

ManadoToday – Emosi atau kecemasan dapat meningkatkan risiko serangan jantung, sebuah studi memperingatkan.

“Meskipun risiko mutlak dari setiap kemarahan memicu serangan jantung adalah rendah, data kami menunjukkan bahwa bahaya yang nyata masih ada,” kata Dr Thomas Buckley, seorang peneliti dari Universitas Sydney dan Rumah Sakit Royal North Shore di Australia dikutip dari webdm.com.

Peningkatan risiko serangan jantung setelah amarah atau kecemasan “disebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, penyempitan dan meningkatkan pembekuan pembuluh darah, semua yang berhubungan dengan memicu serangan jantung,” kata Buckley.

Dalam studi tersebut, tim Buckley meneliti lebih dari 300 pasien serangan jantung dan meminta mereka untuk menggunakan skala 7 poin untuk menilai tingkat kemarahan mereka selama 48 jam terakhir. Pada skala 1 tenang, 5 marah, dan 7 marah / luar kendali.

Tujuh (2,2 persen) dari pasien mengalami setidaknya skala 5 dalam waktu dua jam sebelum serangan jantung dan satu pasien mencapai tingkat tersebut dalam waktu empat jam sebelum serangan jantung. Skala 4 dilaporkan oleh dua pasien dalam waktu dua jam sebelum mereka terkena serangan jantung, dan tiga pasien dalam waktu empat jam sebelum serangan jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa risiko serangan jantung dalam dua jam setelah amarah (skala 5 atau lebih) adalah 8,5 kali lebih tinggi dari normal. Mereka juga menemukan risiko serangan jantung adalah 9,5 kali lebih tinggi dari normal dalam dua jam setelah kecemasan yang ekstrim. Studi ini tidak bisa membuktikan sebab-akibat.

Peristiwa yang memicu pasien marah sehingga memicu serangan jantung termasuk argumen dengan anggota keluarga dan orang lain atau konflik kerja.

Dokter harus memeriksa pasien jantung atau orang yang berisiko penyakit jantung dengan masalah emosi dan kecemasan, Buckley menyarankan.

Mengontrol tekanan darah tinggi dan berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko, tambahnya.

Baca Juga :

Leave a comment