Awas, Penggunaan Jejaring Sosial Berlebihan Meningkatkan Resiko Bunuh Diri

Reporter : | 24 Jul, 2015 - 2:27 pm WITA

Jejaring Sosial , remaja, parenting, efek jejaring sosialManadoToday – Remaja yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari di Facebook dan situs jejaring sosial lainnya jauh lebih mungkin untuk memiliki masalah kesehatan mental, sebuah studi menemukan. Ini berkisar dari gejala depresi sampai mengambil keputusan yang serius untuk bunuh diri.

Hal ini belum jelas, apakah situs yang memicu masalah kejiwaan atau apakah anak-anak yang berjuang untuk mencari ketenangan diri di internet. Tapi, apa pun alasan yang menghubungkan, para peneliti dari Kanada mengatakan itu tidak boleh diabaikan. Mereka mengatakan bahwa orang tua harus menyadari hal itu.

Lebih dari 700 murid sekolah menengah, berusia antara 12 dan 18 tahun diminta untuk mengahabiskan berapa jam sehari di situs media sosial seperti Facebook, Twitter, MySpace dan Instagram.

Mereka juga ditanyai tentang kesehatan mental mereka, termasuk masalah yang mereka alami dan apakah mereka merasa memiliki cukup dukungan.

Satu dari enam murid menilai kesehatan mental mereka buruk dan satu dari empat memiliki gejala depresi dan kecemasan yang jelas.

Mereka yang dalam kesehatan mental yang buruk, tiga kali lebih mungkin untuk menggunakan situs jejaring sosial selama lebih dari dua jam sehari. Remaja yang berpikir tentang bunuh diri enam kali lebih mungkin untuk menghabiskan lebih banyak waktu di situs jejaring sosial.

Para peneliti, dari Kesehatan Masyarakat Ottawa, mengatakan dikutip dari Mail Online, Jumat, (24/07/2015): “Karena situs jejaring sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan saat ini, terutama untuk anak-anak dan remaja, orang tua perlu menyadari perangkap situs jejaring sosial dan secara aktif terlibat untuk membuat pengalaman yang lebih aman dan lebih menyenangkan bagi mereka dalam menggunakan situs jejaring sosial.

“Orang tua harus mempertimbangkan tingkat keseringan anak menggunakan situs jejaring sosial sebagai indikator kemungkinan, atau risiko untuk masalah kesehatan mental pada anak-anak. ”

Diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior and Social Networking, remaja dengan penyakit mental mungkin mencari hiburan di internet. Atau, situs yang mungkin merusak kesehatan mental mereka.

Baca Juga :

Leave a comment